Example floating
Example floating
Headline

Asrun Lio: Konsep Pembangunan Jembatan Teluk Kendari Merupakan Gagasan Ali Mazi Tahun 2003

×

Asrun Lio: Konsep Pembangunan Jembatan Teluk Kendari Merupakan Gagasan Ali Mazi Tahun 2003

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Kadikbud Sultra, Asrun Lio saat menunjukan Buku Rangkuman konsep pembangunan Ali Mazi saat menjadi Gubernur Sultra periode 2003-2008
Example 468x60

Faktual.Net, Kendari, Sultra – Jembatan Teluk Kendari baru saja menjalani uji beban Statis dan Dinamis oleh Tim Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) untuk mendapatkan sertifikat laik fungsi bangunan sebelum digunakan. Menurut KKJTJ, Kemajuan Proyek yang masuk dalam salah satu teknologi pembangunan jembatan panjang di Indonesia ini sudah mencapai 98 persen dan diperkirakan akan rampung pada minggu pertama bulan November 2020.

Hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Sultra khususnya masyarakat Kota Kendari yang ada di daerah Poasia dan Pulau Bungkutoko karena jembatan tersebut merupakan jembatan penghubung dua wilayah itu. Seiring kemajuan pembangunan jembatan ini, juga muncul perdebatan ditengah masyarakat Sultra bahkan sudah menjadi perbincangan hangat baik di media massa maupun media sosial terkait siap yang menjadi penggagas atau pencetus konsep pembangunan jembatan teluk kendari. Ditengah perdebatan itu ada yang mengatakan rencana pembangunan sudah ada sejak jaman La Ode Kaemoeddin, periode Nur Alam, bahkan Ali Mazi saat menjabat di periode pertamanya.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Berdasarkan hal ini, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Sultra, Asrun Lio angkat bicara terkait history awal mula pembangunan jembatan teluk kendari. Dia mengatakan bahwa pembangunan jembatan teluk kendari merupakan gagasan Ali Mazi awal menjabat Gubernur Sultra pada periode 2003-2008.

Kadikbud Sultra ini menjelaskan hasil pemikiran atau ide Ali Mazi ini pertamakali dibedah di kampus dalam bentuk seminar nasional dan lokakarya regional bertajuk percepatan pemerataan pembangunan menuju Sultra Raya 2020 yang mendatangkan beberapa menteri.

“Pada periode Ali Mazi 2003-2008 saya sebagai Liaison Officer (LO) atau penghubung antara pemerintah provinsi dan kampus pada saat 3 bulan pertama beliau menjabat. Tanggal 25 april 2003 pikiran gubernur itu dibedah di kampus dalam bentuk seminar mendatangkan beberapa menteri, semua dokumen pelaksaan seminar nasional dan lokakarya regional yang disebut percepatan pemerataan pembangunan menuju Sultra Raya 2020 hasil seminarnya terangkum dalam rangkuman dalam hasil seminar itu,” jelas Asrun Lio kepada wartawan Faktual Net saat berada diruang kerjanya, Selasa, (6/10/2020).

ASrun Lio menerangkan bahwa saat itu dirinya diberi amanat pihak kampus sebagai ketua panitia seminar dan LO. Waktu itu pikiran gubernur dibedah oleh berbagai kalangan baik birokrasi maupun tokoh Sultra seperti mantan gubernur, Alala, La Ode kaemoeddin dan diundang juga para Bupati termasuk Bupati muna, Ridwan Bae yang ikut memberikan sumbangsi pemikiran tentang percepatan pembangunan Sultra.

“Kegiatan Seminar pada tahun 2003, Ali Mazi sudah mempunyai konsep pembangunan bertajuk Sultra Raya 2020. Karena ukuran kemajuan dunia oleh para pakar untuk Sultra ada di tahun 2020. Jadi wawasan pembangunan Ali Mazi sudah sampai tahun 2020 meski waktu itu menjabat 2003-2008. Mungkin dijabah Do’a nya sehingga beliau menjabat lebih dari tahun 2020,” ucapnya.

Baca Juga :  KKPD LAI Mitra Bali Hadiri Konven Pendeta dan Vikaris GKPB, Sosialisasikan Program LAI Di Bali

Untuk dokumentasi pemikiran gubernur Ali Mazi, kata Asrun Lio, itu dirangkum dibuku kerja gubernur untuk dibagikan keseluruh OPD untuk menjadikan program gubernur yang paling dikenal Stelsel Masyarakat Sejahtera (SMS) untuk dijadikan sebagai rujukan.

“Misal saya dinas pendidikan maka harus merujuk kepada apa yang dimaksud konsep SMS untuk kemajuan pendidikan seperti apa dalam buku ini fikiran gubernur sudah dituangkan dalam buku kerja ini. Salah satu yang sudah terwujud adalah pembangunan jembatan bungku toko atau jembatan teluk kendari. dalam buku ini itu sudah tertuang dan tertulis pada halaman 14, sebelum masa Nur Alam pada tahun 2003 ini sudah ada,” terang Asrun Lio sambil menujukan buku SMS konsep pembangunan Ali Mazi di tahun 2003.

Dia juga menerangkan dalam buku ini juga telah tertulis rencana pembangunan jembatan buton muna (Tona) yang saat ini dalam tahap pengajuan.

“Alhamdulillah setelah gubernur persentase, Menteri PU memberikan sinyal atau ada tanda akan direstui pembangunan jembatan Tona ditahun 2021,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Asrun Lio juga menjelaskan bahwa pada periode kedua gubernur Ali Mazi kembali mendokumentasikan fikiran dan konsep pembangunannya dengan tujuan kedepan tidak ada saling klaim hasil pembangunan.

“Sekarang pun begitu, dalam wawasan pembangunan yang sekarang bertajuk menggunakan konsep Garbarata atau gerakan akselerasi pembangunan terpadu wilayah daratan dan kepulauan sudah dimuat dalam agenda kerja supaya semua OPD dalam merencanakan kegiatannya merujuk pada konsep pembangunan itu,” jelasnya.

Arun Lio juga menjelaskan, di periode kedua Gubernur Sultra, Ali Mazi mempunyai 5 program utama yakni, Sultra Cerdas, Sultra Sehat, Sultra beriman dan berbudaya, Sultra Produktif dan Sultra peduli kemiskinan, Ini tertuang dalam agenda kerja gubernur.

Dikatakan, Ali Mazi tidak perna mencontoh pembangunan orang lain tetapi konsep pembangunan yang lahir dari pikirannya sendiri. Makanya, sambung dia, dalam 2 tahun pembangunan Sultra, Gubernur menerbitkan satu buku yaitu “Sultra dalam fikiran Ali Mazi”. Buku itu memuat gagasan dan pikiran Ali Mazi baik pada masa lalu maupun masa sekarang yang dibukukan berdasarkan hasil pidato beliau sejak dilantik pada September 2018.

“Ini supaya publik tahu bahwa Ali Mazi adalah pemimpin yang memiliki visi kedepan, dia sudah memperkirakan bahwa Sultra 2020 akan terjadi seperti ini, untuk menopang perekonomian harus pulau-pulau itu dihubungkan. Dengan jembatan ini tentu kita punya akses dengan muda ke bungkutoko, dan tentu memperlancar transfortasi dan berdampak pada barang dan jasa bisa bergerak dengan cepat,” katanya.

Reporter: Marwan Toasa

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit