Faktual.Net, Buton Tengah, Sultra – Bupati Buton Tengah, H. Samahuddin, SE memimpin langsung proses penjemputan 10 Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 guna menjalani masa karantina yang direncanakan selama 14 hari. Proses karantina bertempat di gedung Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan di Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng), Minggu (17/5/2020).
Dari 10 OTG di Masteng tersebut, dua diantaranya kabur dan masuk hutan sebelum dijemput di kediamannya masing-masing oleh tim medis. Kedua orang tersebut diduga sengaja menghindari proses karantina, sehingga pada saat dilakukan pengecekan hanya delapan OTG yang berada ditempat karantina.
“Pas dijemput tadi, ada dua orang yang tidak ada di rumah, alasannya keluarganya katanya mereka pergi pasang jerat ayam hutan, padahal sudah juga disampaikan kalau hari ini mau dijemput untuk proses karantina,” ungkap salah satu warga yang tidak menyebutkan identitasnya kepada awak media.
Karantina yang dilakukan oleh pihak Pemerintah daerah (Pemda) tersebut sesuai dengan Standar Operasional dan Prosedur (SOP) penanganan Covid-19, sehingga warga yang dikategorikan OTG tidak melalui perawatan di puskesmas maupun rumah sakit rujukan.
Dengan didampingi Kadis Kesehatan, Kadis Sosial, unsur muspika serta para kepala desa, Bupati Buteng H. Samahuddin, SE menyatakan kesiapannya untuk memenuhi segala kebutuhan delapan OTG selama masa karantina.
“Proses karantina ini untuk kebaikan kita semua, dan soal kebutuhan jangan khawatir, Pemeritah daerah akan menyiapkan semuanya, kalau ada apa-apa yang kurang, sampaikan saja melalui Camat, nanti kita adakan,” ucapnya.
Diketahui, jumlah warga yang positif saat ini mencapai 18 orang dengan rincian 10 orang di Kecamatan Masteng, 2 berada di Mawasangka Timur (Mastim), 4 orang di Mawasangka, serta 2 di Kecamatan Gu.
Bersama unsur muspika dan Kadis Kesehatan, Bupati Buteng juga sempat mengimbau agar para OTG tetap bersabar selama menjalani masa karantina, selalu berpikir positif, tidak panik, serta rajin berolah raga. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit.
Reporter: Anto Buteng
















