Example floating
Berita

Rektor IAKN Kupang Tegaskan Pendidikan Bukan Ladang Bisnis

×

Rektor IAKN Kupang Tegaskan Pendidikan Bukan Ladang Bisnis

Sebarkan artikel ini

Faktual.net – KUPANG – 05 November 2026 – Pendidikan tinggi tidak seharusnya menjadi ruang untuk mencari keuntungan, melainkan tempat membangun pengetahuan, mengembangkan potensi manusia, dan membuka kesempatan bagi generasi muda untuk meraih masa depan. Prinsip inilah yang ditegaskan Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., dalam arah kebijakan pengembangan institusi yang disampaikannya pada Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke-X IAKN Kupang, 29 September 2026 lalu.

Rektor menegaskan bahwa pendidikan bukan ladang bisnis. Karena itu, IAKN Kupang harus menjaga komitmen agar penyelenggaraan pendidikan tidak terjebak dalam praktik komersialisasi dan berbagai pungutan yang membebani mahasiswa. Baginya, perguruan tinggi harus tetap menjalankan mandat utamanya sebagai lembaga pendidikan yang mencerdaskan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia.

Penegasan tersebut memperlihatkan bahwa akses terhadap pendidikan merupakan hal yang perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan perguruan tinggi. Pendidikan tidak boleh kehilangan tujuan dasarnya hanya karena orientasi finansial. Kampus harus menjadi ruang yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bertumbuh, memperoleh pengetahuan, dan mengembangkan kompetensi tanpa dibebani biaya yang tidak semestinya.

Namun, komitmen terhadap akses pendidikan juga harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu. Rektor menekankan pentingnya kurikulum yang adaptif agar proses pembelajaran di IAKN Kupang tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja. Kurikulum tidak boleh berjalan di tempat, tetapi harus terus diperbarui sesuai dengan dinamika ilmu pengetahuan dan tantangan kehidupan masyarakat.

Bagi Rektor, perguruan tinggi juga tidak cukup hanya menyelenggarakan perkuliahan dan menghasilkan lulusan. IAKN Kupang harus memperkuat orientasi sebagai kampus berbasis riset yang mampu menghadirkan jawaban atas berbagai persoalan masyarakat. Kampus tidak boleh menjadi menara gading yang terpisah dari realitas sosial. Pengetahuan yang dikembangkan di lingkungan akademik harus memiliki keterhubungan dengan kebutuhan dan kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Warga Bojong koneng resah, Diam-Diam BPN terbitkan SHGB No.2 Sentul City Yang Sudah Dibatalkan Kementrian

Arah pengembangan tersebut berkaitan erat dengan tanggung jawab IAKN Kupang dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa IAKN Kupang tidak sedang menghasilkan pengangguran. Ia menyatakan keyakinannya bahwa para lulusan telah dibekali kemampuan dan kesiapan untuk bersaing di dunia kerja.

Ia juga mengingatkan bahwa ijazah bukan sekadar selembar kertas. Ijazah mencerminkan kompetensi keilmuan sekaligus membawa tanggung jawab untuk berkarya bagi gereja, masyarakat, dan bangsa. Para lulusan diharapkan tidak hanya mengandalkan gelar akademik, tetapi terus mengembangkan diri, menyuarakan kebenaran, dan menjaga integritas dalam kehidupan maupun pekerjaan.

Melalui berbagai penekanan tersebut, Rektor menempatkan pengembangan IAKN Kupang pada keseimbangan antara akses pendidikan, peningkatan mutu akademik, relevansi kurikulum, dan kontribusi sosial. Pendidikan yang baik bukan hanya tentang siapa yang berhasil menyelesaikan studi, tetapi juga tentang bagaimana perguruan tinggi membuka kesempatan, membangun kompetensi, dan mempersiapkan manusia untuk memberi manfaat bagi sesama.

Komitmen bahwa pendidikan bukan ladang bisnis menjadi pengingat bahwa nilai sebuah perguruan tinggi tidak semestinya ditentukan oleh keuntungan yang diperoleh, melainkan oleh kualitas manusia yang dibangun dan kontribusi yang dihadirkannya bagi kehidupan.

Red/JS/IM

Tanggapi Berita Ini