Example floating
Opini

Alhamdulillah Kecamatan Puuwatu di Guyur Hujan Setelah Kemarau Berkepanjangan

×

Alhamdulillah Kecamatan Puuwatu di Guyur Hujan Setelah Kemarau Berkepanjangan

Sebarkan artikel ini

faktual.net, Kendari, Sultra. Rintik hujan yang membasahi bumi menjadi kabar bahagia bagi masyarakat Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari. Setelah sekian lama menanti di tengah teriknya matahari dan keringnya tanah, akhirnya langit kembali menurunkan hujannya atas izin Allah Subhanahu Wata’ala.

Pagi, suasana Kecamatan Puuwatu terasa berbeda. Langit yang sebelumnya begitu akrab dengan terik matahari, perlahan berubah menjadi kelabu. Awan-awan kelabu mendekati hitam menggantung di atas permukiman warga, membawa pertanda yang telah lama dinantikan. Tak lama kemudian, rintik hujan mulai turun, membasahi jalanan, atap rumah, pepohonan, dan tanah yang selama berbulan-bulan seolah kehilangan kesegarannya.

Alhamdulillah, hujan akhirnya turun. Bagi sebagian orang, hujan mungkin hanya menjadi bagian biasa dari pergantian cuaca. Namun, bagi masyarakat yang telah melewati kemarau panjang, turunnya hujan menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Ada rasa lega, haru, sekaligus syukur yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Selama musim kemarau, panas matahari terasa begitu menyengat. Pepohonan dan tanaman harus bertahan menghadapi terbatasnya pasokan air. Debu beterbangan ketika kendaraan melintasi jalanan, sementara masyarakat harus lebih bijak menggunakan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kemarau bukan sekadar perubahan musim. Bagi sebagian warga, kondisi tersebut menjadi ujian dalam menjalani aktivitas dan memenuhi kebutuhan hidup.

Namun, suasana seakan berubah. Air hujan yang jatuh dari langit menghadirkan kesejukan. Jalanan yang sebelumnya berdebu kini basah dan mengilap. Daun-daun pepohonan tampak segar setelah tersiram air, sementara udara terasa lebih sejuk dan nyaman.

Suara hujan yang mengetuk atap rumah menjadi alunan alam yang menenangkan. Aroma tanah basah menghadirkan suasana khas yang mungkin telah lama dirindukan.
Di sudut-sudut wilayah Kecamatan Puuwatu, masyarakat kembali menikmati suasana yang berbeda. Para pengendara sepeda motor melintas dengan jas hujan, kendaraan bergerak perlahan di jalanan yang basah, dan aktivitas warga tetap berlangsung di tengah guyuran hujan.

Lebih dari sekadar fenomena alam, hujan kali ini membawa pesan tentang harapan. Bahwa setelah masa-masa sulit, selalu ada kesempatan untuk kembali merasakan kesegaran dan kehidupan.
Bagi masyarakat Puuwatu, hujan adalah anugerah. Air yang turun dari langit bukan hanya membasahi tanah, tetapi juga menyegarkan kembali harapan tentang lingkungan yang lebih hijau, tanaman yang kembali tumbuh, serta ketersediaan air yang semakin baik.

Meski demikian, masyarakat juga perlu tetap waspada terhadap dampak hujan, terutama genangan air, saluran drainase yang tersumbat, dan potensi gangguan lalu lintas. Rasa syukur atas turunnya hujan hendaknya berjalan beriringan dengan kepedulian menjaga lingkungan.
Pagi di Kecamatan Puuwatu hari itu mengajarkan sebuah hal sederhana: terkadang, sesuatu yang terlihat biasa bagi sebagian orang justru menjadi begitu berharga bagi mereka yang telah lama menantikannya.

Alhamdulillah, hujan telah turun di Kecamatan Puuwatu. Semoga hujan ini menjadi awal dari musim yang membawa keberkahan, menyuburkan tanah, mencukupkan kebutuhan air masyarakat, serta memberikan kesejukan bagi seluruh warga.
Sebab, setelah kemarau yang panjang, setiap tetes hujan bukan sekadar air yang jatuh dari langit. Ia adalah rahmat, harapan, dan pengingat bahwa selalu ada alasan untuk bersyukur. Puuwatu hari ini kembali basah. Semoga keberkahan senantiasa menyertai seluruh masyarakatnya.

Aco Rahman Ismail, ST.,MM : Dosen STIE 66 Kendari

Selasa, 3 November 2026

Tanggapi Berita Ini