Example floating
Berita

Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan

×

Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan

Sebarkan artikel ini
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (kanan), meraih penghargaan dari detikjateng-jogja untuk kategori Anugerah Figur Akselerator Kemajuan: Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan di Ballroom K
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (kanan), meraih penghargaan dari detikjateng-jogja untuk kategori Anugerah Figur Akselerator Kemajuan: Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan di Ballroom K

Faktual.Net, Batang, Jateng – Iklim investasi yang kondusif tak sekadar menghadirkan deretan angka tebal di atas kertas, tetapi juga membuka pintu rezeki bagi masyarakat daerah. Komitmen inilah yang mengantarkan Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, meraih penghargaan dari detikjateng-jogja untuk kategori Anugerah Figur Akselerator Kemajuan: Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan. 

Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa geliat ekonomi di Kabupaten Batang tak cuma fokus mengejar modal masuk, melainkan juga memastikan warga lokal ikut merasakan dampaknya secara langsung.

“Alhamdulillah, upaya-upaya yang kita lakukan dengan mempermudah perizinan, kemudian juga memberikan support yang positif terhadap semua investor di Kabupaten Batang tentulah baik, sehingga realisasi investasi di Kabupaten Batang juga cukup baik, yaitu mendatangkan manfaat,” katanya saat ditemui di Ballroom KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23/10/2026).

Faiz menekankan, bahwa esensi utama dari arus modal yang masuk terletak pada pembukaan lapangan kerja serta penyerapan tenaga kerja lokal secara maksimal. Tetapi di luar daripada itu, investasi yang berujung pada pembukaan lapangan pekerjaan dan juga penyerapan tenaga kerja dari masyarakat lokal ini yang kemudian menjadi kuncinya. 

“Bahwa investasi yang datang ini tidak hanya bicara tentang uang yang masuk, tetapi kesempatan kerja kepada masyarakat lokal, ini yang kemudian diberikan penghargaan itu,” jelasnya.

Keberhasilan Batang menjadi salah satu magnet investasi terbaik di Jawa Tengah bukanlah tanpa alasan. 

Kepastian hukum dan berbagai kemudahan layanan perizinan menjadi daya tarik utama bagi para penanam modal.

“Sekali lagi, salah satunya adalah pemberian insentif kepada para pengusaha, kemudian kepastian, kemudahan dalam perizinan. Ini yang menjadi kunci bahwa Batang ini menjadi salah satu daerah yang merealisasikan investasi yang cukup,” tegasnya.

Keseriusan Pemkab Batang dalam memanjakan investor sekaligus melindungi ekonomi warga juga ditopang oleh payung hukum yang kuat, yakni Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Batang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi di Daerah.

Baca Juga :  Pemkab Batang Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Asatidz dan Cetak Santri Adaptif Teknologi

“Melalui perda ini, pelaku usaha disuguhi fasilitas fiskal berupa pengurangan pajak daerah dan keringanan retribusi. Tak hanya itu, fasilitas non-fiskal seperti percepatan perizinan hingga dukungan infrastruktur pendukung di area investasi turut disiapkan. Menariknya, perda ini mewajibkan industri besar untuk menggandeng Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar roda ekonomi kerakyatan terus berputar,” terangnya.

Strategi karpet merah bagi investor ini membuahkan hasil manis. Hingga pertengahan tahun ini, nilai investasi yang masuk ke Batang telah melampaui angka yang ditargetkan. (Nilai investasi) di Rp8,5 triliun. Hingga November ini Sudah melebihi target RPJMD. Jadi, tapi ke depannya nanti di akhir tahun semakin banyak investasi yang tercatat dan insyaallah akan lebih banyak lagi.

Faiz juga menyebutkan, dampak domino dari masifnya investasi ini langsung terasa pada penurunan angka pengangguran. Untuk menyiapkan SDM lokal yang siap pakai, Pemkab Batang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) mengandalkan Program Daker (Dapat Kerja) layanan pelatihan dan penempatan kerja gratis yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

“Kalau tenaga kerja, kan tahun lalu kita menjadi daerah dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Jawa Tengah. 

Artinya dari tingkat pengangguran terbukanya itu kemudian kita turun yang paling besar. Dan kita harapkan tahun 2026 ini juga sama dengan skema yang sudah kita lakukan dari tahun ke tahun, yaitu program Dapat Kerja,” pungkasnya.

Kerja keras menggenjot investasi dan membina tenaga kerja ini pun bermuara pada laju pertumbuhan ekonomi daerah yang impresif. Pada kuartal kedua tahun ini, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang melejit hingga menembus angka 8,29%. 

Tanggapi Berita Ini