faktual.net,Jeneponto,Sulsel – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jeneponto, Ridwan Daeng Nojeng hingga harii ini masih bungkam terkait anggaran Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan yang akan dilaksanakan di Kab Bone dan Kab Wajo pada November 2026.
Persiapan kontingen Kabupaten Jeneponto untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026 belum berjalan maksimal.
Tertundanya pencairan anggaran untuk cabang olahraga raga membuat program pemusatan latihan atau training center (TC) belum dapat dilaksanakan dengan maksimal.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jeneponto, hingga hari ini masih sulit dikonfirmasi.
“Kami dari dispora sudah cairkan 590 juta untuk dana KONI itu langsung masuk ke rekening KONI”, tulis chat WA salah satu ASN Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kab Jeneponto yang enggan ditulis namanya.
Sejumlah Cabang Olahraga (Cabor) sementara pemusatan latihan atau training center (TC) dengan menggunakan dana pribadi dan mandiri.
Aktivis anti korupsi Young Celebes Corruption Foundation (YCC) Irham Tanribali mengatakan, pihaknya sementara menelusuri sebab akibat KONI Jeneponto yang dianggap tidak transparan.
“Kami menemukan ada oknum Pengurus KONI yang bukan bendahara namun rasa bendahara. Oknum ini terkesan mengatur cabor dan bisa mengendalikan cabor”, terang Irham Tanribali.
Bahkan kami sinyalir ada potongan atau dana yang disunat ke tiap Cabor yang menerima dana. Saat ini, sebagian cabor hanya diberikan dana TC yang bervariasi jumlahnya. 5 juta per cabor dan 4 juta. Tambahnya.
“Pantauan kami, Cabor melaksanakan TC sejak Mei 2026. Kebutuhan cabang olahraga untuk segera melakukan belanja alat tanding atlet sudah sangat mendesak. Bila KONI Jeneponto tidak terbuka ke Cabor tentunya bakal ke ramah hukum”, tegasnya.
Meski demikian, anggaran dana 590 juta belum tentu mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan cabor. Beberapa cabor pendatang baru di Porprov Bone Wajo juga harus menyesuaikan diri karena telah ada cabor yang sejak 2025 mengikuti seleksi ketat di Pra Porprov.
“590 juta itu idealnya hanya untuk 3 hingga 4 cabor saja, kami akan apresiasi dan intens monitoring KONI Jeneponto. Siapa saja oknum yang bermain akan kami sampaikan ke aparat penegak hukum”, pungkasnya.
Dengan keterlambatan anggaran Porprov berdampak pada mundurnya jadwal TC Cabor yang sisa waktu hanya 3 pekan yang menjadi fase krusial dalam peningkatan kemampuan atlet.
Hingga hari ini, Ketua KONI Jeneponto, Ridwan Daeng Nojeng belum dapat dikonfirmasi bahkan sulit ditemui di Kantor KONI Jeneponto.
Reporter : Sattu













