faktual.net,Luwu,Sulsel – Pagar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Babang, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, hingga kini belum diperbaiki setelah sebelumnya diduga roboh akibat ditabrak kendaraan operasional penjinak bom (Jibom) Detasemen Gegana Polda Sulsel.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada bulan Rahmadan 1447 H 2026,Namun, hingga Oktober 2026, kondisi pagar sekolah yang berada di Jalan Poros Palopo-Makassar, Desa Babang, Kecamatan Larompong Selatan, tersebut belum mendapatkan perbaikan.
Informasi itu disampaikan seorang tokoh masyarakat setempat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan kepada media ini, Sabtu (3/10/2026).
Menurut sumber tersebut, apabila benar kerusakan pagar sekolah disebabkan kendaraan dinas kepolisian, pihak yang bertanggung jawab diharapkan segera berkoordinasi dengan pihak sekolah maupun komite sekolah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kalau memang benar kendaraan dinas kepolisian, kami berharap ada tanggung jawab untuk memperbaiki pagar sekolah yang rusak. Ini fasilitas pendidikan yang digunakan anak-anak,” ujar sumber tersebut.
Ia juga berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian sekaligus memastikan bentuk pertanggungjawaban terhadap kerusakan fasilitas sekolah.
Untuk memastikan informasi tersebut, media ini mendatangi SDN 4 Babang dan menemui Kepala SDN 4 Babang, Hartadinata, didampingi salah seorang guru, Anting, Senin (5/10/2026).
Hartadinata membenarkan adanya informasi mengenai pagar sekolah yang roboh. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara detail kronologi kejadian lantaran baru sekitar tiga bulan menjabat sebagai kepala sekolah.
“Saya baru tiga bulan menjadi kepala sekolah di sini. Jadi, saya kurang mengetahui secara detail kronologi kejadiannya. Informasi yang saya ketahui berasal dari guru-guru dan komite sekolah saat ada pertemuan di sekolah,” ujarnya.
Ia kemudian menyarankan agar informasi mengenai kronologi kejadian dikonfirmasi kepada kepala sekolah sebelumnya, Hj. Rusnaini.
Mantan Kepala Sekolah Ungkap Ada Janji Perbaikan
Sementara itu, Hj. Rusnaini, mantan Kepala SDN 4 Babang, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut berlangsung pada malam hari.
Menurut Rusnaini, pagar sekolah diduga ditabrak kendaraan penjinak bom (Jibom) dari Detasemen Gegana Polda Sulsel.
“Keadiannya malam. Yang diduga menabrak pagar sekolah itu mobil penjinak bom (Jibom) Detasemen Gegana Polda Sulawesi Selatan,” ungkap Rusnaini.
Ia mengatakan, setelah kejadian, dua orang yang mengaku sebagai anggota kepolisian dari Polres Luwu datang ke sekolah.
Kedatangan kedua orang tersebut, kata Rusnaini, selain berkaitan dengan kejadian tersebut, juga disebut untuk menyampaikan kesanggupan memperbaiki pagar sekolah yang mengalami kerusakan.
Menurut Rusnaini, pernyataan mengenai kesanggupan memperbaiki pagar itu juga didengar oleh Ketua Komite SDN 4 Babang.
Namun, hingga dirinya tidak lagi menjabat sebagai kepala sekolah, perbaikan yang dijanjikan tersebut belum terlaksana.
“Setelah kejadian, dua orang yang mengaku polisi dari Polres Luwu datang ke sekolah. Mereka disebut sebagai saksi atas kejadian itu sekaligus menyampaikan akan bertanggung jawab memperbaiki kerusakan tersebut. Ketua komite sekolah juga mendengarnya,” jelas Rusnaini.
Namun, kata dia, setelah itu tidak ada lagi komunikasi terkait rencana perbaikan tersebut.
Rusnaini mengaku tidak mengetahui secara pasti bulan terjadinya peristiwa tersebut. Ia hanya memastikan kejadian berlangsung sebelum dirinya pensiun sebagai kepala sekolah pada Mei 2026.
“Saya kurang tahu pasti bulan berapa kejadiannya. Yang jelas kejadiannya sebelum saya pensiun pada Mei 2026. Sampai sekarang pagar tersebut belum diperbaiki sesuai janji kedua orang yang saat itu mengaku sebagai anggota Polres Luwu,” katanya.
Rusnaini juga mengaku tidak mengetahui identitas kedua orang tersebut.
Kondisi pagar yang belum diperbaiki tersebut menjadi perhatian karena menyangkut fasilitas pendidikan. Pihak sekolah maupun masyarakat berharap persoalan tersebut dapat segera memperoleh kejelasan dan pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang mengetahui kejadian.
Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian, khususnya terkait kebenaran keterlibatan kendaraan Jibom Detasemen Gegana Polda Sulsel dalam peristiwa tersebut serta mengenai adanya dugaan janji perbaikan yang disampaikan oleh dua orang yang disebut mengaku sebagai anggota Polres Luwu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Sulsel maupun Polres Luwu mengenai dugaan kejadian tersebut. Media ini tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak-pihak yang berkepentingan sesuai prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik.
Reporter : Nur













