Faktual.Net, Jakarta-Iwan Iryansyah Setiawan, Ketua Forum OKP Jakarta Utara menghadiri diskusi publik “Cegah Perdagangan Orang: Korban Mulai Berjatuhan” yang diselenggarakan PELITA 16 dalam rangka Hari Anti Perdagangan Orang Sedunia sekaligus HUT ke-5 PELITA 16, di Jakarta, Kamis (6/8/2026) kemarin.
Diskusi tersebut juga menghadirkan mantan Konsulat Jenderal RI untuk Malaysia periode 2023–2025 Aris Heru Utomo, Founder DNS Nawala M. Yamin El Rust, Advokat Barisan Rakyat Utara Ramdansyah Bakir, serta Pemerhati Sosial Kemasyarakatan Radian Azhar.
Dikesempatan itu, ia mengapresiasi acara ini, karena menurutnya perdagangan orang adalah kejahatan kemanusiaan yang harus kita lawan bersama.
“Diskusi publik ini sangat penting untuk membuka mata masyarakat agar tidak mudah tergiur iming-iming kerja ke luar negeri dengan jalur tidak resmi,”katanya
Iwan yang juga selaku Ketua FKPPI di kesempatan itu juga mengajak masyarakat, khususnya para pemuda, untuk selalu cek legalitas, berangkat melalui jalur resmi, dan berkoordinasi dengan Disnaker serta aparat setempat. Jangan sampai cita-cita mencari nafkah justru berujung pada eksploitasi dan penderitaan.
Negara hadir, tapi masyarakat juga harus jadi garda terdepan dengan meningkatkan kewaspadaan. Modusnya sekarang makin halus. Janji gaji besar, tanpa potongan, berangkat cepat.
“Nah, disini peran keluarga, RT, RW, dan ormas penting untuk mengedukasi. Pesan saya simpel kalau mau kerja ke luar negeri, pastikan ada kontrak jelas, ada perlindungan dari negara, dan ada nomor yang bisa dihubungi saat darurat. Cegah perdagangan orang dimulai dari rumah. Jangan biarkan saudara kita jadi korban karena ketidaktahuan.
Tolak janji manis, Kerja ke luar negeri harus resmi dan aman. Cegah TPPO sekarang, perdagangan orang bukan rezeki tapi jerat. Kita mesti cerdas, cek, dan pastikan jalur resminya. Migrasi aman negara kuat. Jangan biarkan warga Kita Dieksploitasi di negeri orang, satu orang tertipu, satu keluarga hancur. Mari Cegah TPPO lewat Edukasi dan Sinergi seperti kegiatan-kegiatan seperti ini,”ujar bang IRS panggilan akrab, melalui pesan tertulis diterima media ini, Jumat (07/08/2026).
Kami mendukung penuh langkah pemerintah dan mengajak seluruh ormas untuk bersinergi dengan Koramil, Polsek, dan BP2MI.
“Sosialisasi harus sampai ke akar rumput. Bikin posko informasi, tempel nomor pengaduan, dan awasi agen-agen tidak resmi di wilayah. Dengan Semangat Kebersamaan, kita jaga warga kita agar berangkat bekerja dengan martabat, bukan dengan air mata,”tutup Iwan.
Dalam acara ini nara sumber utama anggota DPR RI, sekaligus Ketua Umum Perhimpunan Insan Cita (PELITA 16), Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mendorong pembentukan Posko Pengaduan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Hal ini untuk memperkuat upaya pencegahan sekaligus memberikan pendampingan kepada masyarakat yang menjadi korban.
“Perdagangan orang merupakan persoalan serius yang membutuhkan kolaborasi pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan,”kata
Ahmad Doli.
(Amin)














