Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemerintahan

Warga Lassa-Lassa Gotong Royong Cor Jalan Poros Penghubung Beberapa Desa, Swadaya Rp7,5 Juta

×

Warga Lassa-Lassa Gotong Royong Cor Jalan Poros Penghubung Beberapa Desa, Swadaya Rp7,5 Juta

Sebarkan artikel ini

faktual.net,Gowa,Sulsel – Kepedulian terhadap kondisi infrastruktur kembali ditunjukkan warga Desa Lassa-Lassa. Kecamatan bontolempangan kabupaten Gowa sulsel, Secara swadaya, masyarakat bergotong royong melakukan pengecoran pada sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan di wilayah Desa Bontoloe, pada Sabtu (22/8/2026)

Jalan tersebut merupakan jalan poros yang menghubungkan wilayah Lassa-Lassa, Desa pa’ladingan, , serta beberapa desa lainnya. Akses ini menjadi jalur penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas warga dan mengangkut hasil pertanian.

Pasang Iklanmu
Pasang Iklanmu

Melihat kondisi jalan yang cukup memprihatinkan dan dinilai membahayakan pengguna jalan khususnya parah penngendara roda dua maupun roda empat dan roda enang, warga memilih turun langsung melakukan perbaikan dengan cara pengecoran.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, masyarakat secara bersama-sama mengumpulkan dana swadaya. Berdasarkan catatan yang dihimpun, total dana swadaya yang terkumpul mencapai Rp7.505.000.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan material dan pelaksanaan pengecoran jalan. Warga juga secara langsung turun bekerja, mulai dari menyiapkan material hingga melakukan proses pengecoran di titik-titik jalan yang mengalami kerusakan parah?

Aksi tersebut menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap akses jalan yang setiap hari mereka gunakan. Namun, di balik semangat gotong royong itu, warga juga mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan yang menjadi penghubung beberapa desa.

Salah seorang warga mengungkapkan kekecewaannya dengan menyinggung kewajiban masyarakat dalam membayar pajak, sementara kondisi jalan yang mereka lalui masih mengalami kerusakan cukup parah.

“Percuma kita bayar pajak, apalagi sekarang pajak naik. Tapi sangat disayangkan, jalan yang seperti ini masih dibiarkan. Kondisinya sangat membahayakan pengendara, baik roda dua maupun roda empat,” ungkap salah seorang warga.

Baca Juga :  Kasudin SDA Jakarta Utara Heria Suwandi, Lecehkan Aturan Yang Dibuatnya

Menurut warga, kerusakan jalan tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan perjalanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua maupun roda empat.

Selain persoalan kondisi jalan, warga juga mempertanyakan janji-janji yang pernah disampaikan saat kampanye Pemilihan Calon Legislatif (Pileg).

Masyarakat mengaku masih mengingat adanya komitmen untuk memperjuangkan pembangunan dan perbaikan infrastruktur di wilayah mereka.

“Kami masih ingat janji waktu kampanye. Kami berharap janji tersebut benar-benar ditepati dan diperjuangkan. Jangan masyarakat hanya diingat saat membutuhkan suara,” ujar warga.

Warga menilai, pengecoran secara swadaya merupakan bentuk kepedulian masyarakat sekaligus solusi sementara. Namun, jalan poros yang menghubungkan beberapa desa tersebut membutuhkan penanganan yang lebih permanen dari pemerintah.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan para wakil rakyat dapat turun langsung melihat kondisi jalan poros yang menghubungkan Lassa-Lassa, Desa Bontolempangan, Desa Julumate’ne dan beberapa desa lainnya.

Dengan swadaya mencapai Rp7.505.000, ditambah tenaga dan waktu yang diberikan masyarakat, warga berharap kepedulian tersebut dapat menjadi perhatian bagi pihak terkait agar segera dilakukan perbaikan jalan secara menyeluruh.

Warga Lassa-Lassa menegaskan bahwa mereka tidak tinggal diam melihat kondisi jalan yang rusak.

Mereka telah bergotong royong dan berupaya memperbaiki jalan dengan kemampuan sendiri. Kini, mereka berharap pemerintah hadir membawa solusi nyata serta memenuhi janji pembangunan yang pernah disampaikan kepada masyarakat pada saat kampanye,

Reporter : Sattu

Tanggapi Berita Ini