Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Dituding Provokator, Wali Kota Tidore Tetap Tegas Larang Massa Aksi Tutup Jalan Umum

×

Dituding Provokator, Wali Kota Tidore Tetap Tegas Larang Massa Aksi Tutup Jalan Umum

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Malut,Tidore. Aksi Demonstrasi yang digelar Masyarakat Kelurahan Bobo, Kecamatan Tidore Utara, terkait dugaan rasisme terhadap warga bobo, berlangsung memanas pada Senin, (18/5/26).

Situasi memanas ketika massa memutuskan menutup akses jalan umum di Kelurahan Bobo, sebagai bentuk protes. Penutupan jalan tersebut menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kemacetan dan aktivitas kendaraan ikut terganggu.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Melihat persoalan tersebut, Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, ikut pasang badan. Meskipun dirinya tidak berwenang menjelaskan soal tuntutan dari Masa Aksi, namun sebagai pimpinan Daerah ia tidak menginginkan adanya konflik di tengah-tengah Masyarakat akibat pemblokiran jalan utama.

Wali Kota Tidore, Muhammad Sinen, mengatakan, kehadirannya di aksi demonstrasi hanya untuk memastikan kelancaran lalu lintas. Pasalnya, aksi demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat Bobo itu disertai dengan pemblokiran jalan umum.

“Saya hadir karena diminta oleh Kapolresta agar turun bersama-sama. Jadi, saya datang dan hadir itu bukan untuk mengganggu aksi demonstrasi. Mau demo silahkan, karena itu hak masyarakat. Tapi tidak boleh mengganggu aktivitas umum,” ungkap Wali Kota.

Ketegangan yang sempat terjadi pada demonstrasi, menurut Wali Kota, karena dipicu oleh aksi boikot jalanan umum. Sehingga mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Tak terima masyarakat lain terganggu, Wali Kota lantas melarang untuk jangan dilakukan pemblokiran jalan. Niat baik Wali Kota ini, lantas dituding oleh salah satu orator sebagai provokasi massa aksi.

Baca Juga :  Mubes Empat Lembaga Budaya Muna di Kendari, Bupati Muna Barat Siap Tampung Masukan Tokoh

“Saya marah karena mereka tutup jalan. Saya minta untuk membuka jalan karena ada salah satu mobil yang membawa orang sakit ke rumah sakit itu sempat tertahan. Ini terakhir, jika nanti demonstrasi masih disertai pemblokiran jalan maka saya tidak mau lagi negosiasi, saya akan minta kepolisian untuk menangkap otak dibalik pemblokiran jalan,” tegas Wali Kota.

Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan itu menambahkan, saat ini, tuntutan masyarakat kelurahan Bobo telah diproses di kepolisian. Sehingga, ia meminta agar masyarakat kelurahan Bobo bisa bersabar menunggu proses hukum yang sedang berjalan.

“Sebagai Wali Kota, saya berkewajiban menjaga agar aktivitas masyarakat di Kota Tidore Kepulauan berjalan kondusif,” tegasnya.

Untuk diketahui, aksi yang dilakukan Masyarakat Bobo ini, karena dipicu oleh dugaan rasisme. Mereka kemudian mendesak Sultan Tidore untuk hadir di tengah masyarakat guna memberikan penjelasan terbuka mengenai sejarah masyarakat Bobo dari perspektif Kesultanan Tidore.

Menurut mereka, penjelasan itu penting untuk menjawab polemik yang berkembang di media sosial maupun di tengah masyarakat.

Selain itu, massa juga meminta Polresta Tidore memberikan penjelasan terkait perkembangan laporan terhadap akun media sosial bernama “D’Facto” yang diduga menyebut masyarakat Bobo sebagai orang Papua.

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit