Faktual.Net, Kendari, Sultra – Ratusan siswa kelas XI Sekolah Menengah atas (SMA) Negeri 2 Kendari mengikuti sosialisasi dan simulasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).
Kegiatan yang di inisiasi oleh Balai Bahasa Sulawesi Tenggara (Sultra) berlangsung di Aula Besar SMAN 2 Kendari pada Kamis (23/4/26).

Langkah ini diambil sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memantau perkembangan kompetensi bahasa nasional di kalangan generasi muda. Melalui simulasi ini, para siswa diberikan gambaran komprehensif mengenai struktur ujian yang akan mereka hadapi, sekaligus menghilangkan ketegangan sebelum memasuki tahap penilaian resmi.
Staff Widyabasa Ahli Pertama Balai Bahasa Sulawesi Tenggara, Untung Kustoro, S.Hum., menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki urgensi yang tinggi. Menurutnya, SMA Negeri 2 Kendari dipilih sebagai salah satu lokus sosialisasi guna memetakan sejauh mana penguasaan bahasa Indonesia para pelajar di salah satu sekolah unggulan tersebut.
”Tujuan utama kami mengadakan kegiatan ini adalah untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia para pelajar secara objektif. Kami ingin melihat bagaimana standar kompetensi bahasa mereka saat ini, khususnya bagi siswa-siswi di SMAN 2 Kendari,” ujar Untung saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, Untung menjelaskan bahwa UKBI bukan sekadar tes formalitas. Ujian ini dirancang untuk menyentuh berbagai aspek kemahiran, mulai dari kemampuan reseptif hingga produktif. Melalui simulasi ini, pihak Balai Bahasa berharap para siswa dapat mengenali kekuatan dan kelemahan mereka di setiap sesi ujian yang diberikan.
Adapun materi yang diujikan mencakup lima komponen utama, yakni sesi mendengarkan, merespons kaidah bahasa, serta kemampuan membaca. Tidak hanya berhenti pada aspek pasif, para siswa juga ditantang untuk menunjukkan kemahiran mereka dalam menulis serta berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
”Harapan kami, setelah mengikuti rangkaian ini, para siswa dapat memahami persentase tingkat kemahiran mereka sendiri. Setiap sesi memiliki bobot penilaian yang akan menggambarkan profil kemampuan bahasa mereka secara utuh dan transparan,” tambah Untung dengan nada optimis.
Sebagai penutup, kegiatan ini juga dipandang sebagai indikator krusial dalam mengukur tingkat literasi pelajar di Sulawesi Tenggara. Dengan data hasil UKBI yang akurat, pihak sekolah maupun Balai Bahasa dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif guna meningkatkan kualitas literasi dan kecintaan siswa terhadap bahasa pemersatu bangsa.
Reporter : Rasid












