faktual.net, Kendari, Sultra. Madrasah Ibtidaiyah Al Istiqomah Kendari adakan Smart Expo Tahun 2026. Kegiatan yang diawali dengan Workshop Parenting berlangsung di Aula Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Enam Enam Kendari pada Kamis, 29 Januari 2026.
Pihak panitia yang di Ketuai oleh La Mando, S.Pd telah merancang Smart Expo 2026 dengan bermacam kegiatan yang bertujuan untuk membangun karakter dan keagamaan anak sejak usia dini. Kegiatan – kegiatan yang akan dilombakan pada acara yang akan berlangsung selama tiga hari, yakni : lomba mewarnai, lomba da’i cilik, lomba hapalan, lomba renang, lomba memanah, lomba fashion show dan akan ditutup dengan karnaval.
Seremonial acara pembukaan dihadiri oleh Ketua Komite Madrasah MI Al Istiqomah Kendari, Dr. Bakhtiar Abbas, SE.,M.Si. Didepan tamu undangan dan orang tua peserta lomba, pria yang sehari – harinya berprofesi sebagai dosen pada Kampus STIE 66 Kendari tersebut mengatakan bahwa untuk membentuk karakter anak maka dibutuhkan peran semua pihak. Kolaborasi antara Komite Sekolah, Orang Tua Siswa dan Guru sangat diharapkan untuk membentuk anak yang Sholeh dan Sholeha. Dia juga menegaskan bahwa orang tua mempunyai peranan terbesar dalam upaya membentuk karakter anak, sebab orang tua yang lebih mengenal anak – anaknya.
“Ada pemahaman yang keliru dan mesti diluruskan bahwa memasukkan anak ke sebuah sekolah atau yayasan maka anak sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah atau yayasan, ini keliru sebab orang tua yang harusnya memiliki tanggung jawab dominan”, ucapnya.
Kepala Sekolah MI Al Istiqomah Kendari, H. Rachmad Muqtadir, ST.,MM saat membuka kegiatan mengatakan bahwa Smart Expo 2026 merupakan ajang tahunan dari satuan pendidikan yang dipimpinnya. Dia berharap dari kegiatan tersebut merupakan awal pembentukan karakter khususnya bagi calon siswa MI Al Istiqomah Kendari yang saat ini masih berada dijenjang TK/RA.
Kepsek yang akrab dengan sapaan pak Kamad berjanji akan menggratiskan biaya pendaftaran bagi peserta Smart Expo 2026 yang akan melanjutkan pendidikan ke MI Al Istiqomah Kendari. Pak Kamad juga menyebut komitmen dari sekolah yang dipimpinnya akan selalu menggratiskan biaya pendidikan bagi anak – anak guru yang akan bersekolah ditempat itu, bagi anak-anak dosen yayasan akan digratiskan biaya pembangunan.
Bukan hanya itu, pak Kamad juga mengajak kepada semua pihak yang mau bersekolah di MI Al Istiqomah Kendari tetapi tidak mempunyai biaya, maka sekolah akan memberikan beasiswa. Ini dilakukannya agar semua anak bisa merasakan pendidikan tanpa ada kendala dengan biaya.
“Sekolah terbaik bukan hanya untuk orang kaya saja, tetapi sekolah terbaik untuk semua kalangan, kaya, miskin, mampu, tidak mampu. Jika ada orang tua tidak mampu tapi ingin menyekolahkan anaknya, sampaikan ke kami, kami akan berikan beasiswa, dan ini merupakan ajaran mendiang kedua orang tua kami, Drs. H. Saeka Latiho dan Dra. Hj. Muhaniah Hasyim yang diturunkan kepada kami anak-anaknya”, ucap pak Kamad dalam sambutannya.
Workshop Parenting yang mengambil tema “Peran Orang Tua Dalam Memilih Madrasah Sebagai Sarana Pandidikan Karakter dan Keagamaan Anak”, menghadirkan Hj. Marni, S.Ag.,M.Pd sebagai pembicara. Point penting yang disampaikan oleh wanita yang aktif sebagai Kepala Kanwil Kemenag Kota Kendari dan juga merupakan ibu tersebut adalah peran orang tua sangat besar untuk menentukan masa depan anak. Jika ingin membentuk generasi Qur’ani maka harus dimulai dari rumah, selanjutnya orang tua mencarikan lingkungan yang baik buat anak, salah satunya mencarikan sekolah terbaik.
Informasi yang dihimpun faktual.net, kegiatan Pembukaan yang dilanjutkan dengan Workshop Parenting dihadiri oleh orang tua peserta lomba, komite sekolah, tenaga pendidik sekolah, perwakilan Kanwil Kemenag Kendari, Yayasan Pendidikan Satria Kendari dan Jurnalis.
MI Al Istiqomah Kendari telah akreditasi “A”, hal ini semua atas izin Allah Subhanahu Wata’ala dan di ikhtiarkan dengan kolaborasi serta elaborasi semua baik dibantu dari pihak Kemenag Kota Kendari, Yapdik Satria Bumi Kendari, orang tua siswa, tim komite dan dibantu oleh semua tim guru sebagai ujung tombak madrasah.
Reporter : Aco RI
















