Faktual.net – Jakarta Barat, DKI Jakarta – Sabtu, 17 Januari 2026 – Pukul 10.00 WIB s.d. Selesai berlangsung Ibadah pembukaan perkuliahan Semester Genap 2025/2026 STTI Philadelphia Banten berlangsung secara kombinasi offline dan online. Pelayan Firman yang menghadiri adalah Pdt. Nofry J. Walangitan, S.Th., M.Pd., dengan renungan bertajuk Pembentukan Karakter.
Renungan tersebut membahas pembinaan warga gereja/kristen terkait etika sebagai mahasiswa dan dosen, dengan fokus pada kehidupan kampus dan dasar ajaran Alkitab. Beberapa ayat yang dikutip antara lain Amsal 11:1, Kolose 3:23, Matius 5:16, Roma 12:17, serta Amsal 111:1.
Dalam pemaparannya, juga dijelaskan, “Konsep imago dei (diciptakan menurut gambar dan rupa Allah), yang menjadi dasar penting bagi mahasiswa untuk mencerminkan karakter Kristus. Beberapa pandangan yang perlu diperhatikan antara lain adanya kasus pelarian calon mahasiswa yang masuk jurusan Teologi setelah tidak lulus di kampus lain, serta kesalahpahaman bahwa mereka “nyasar”, ujar Novry.
Lebih lanjut Pdt. Novry menyampaikan bahwa, “STTI Philadelphia menawarkan keunggulan berupa bea siswa penuh bagi sebagian mahasiswa, biaya yang murah, hanya untuk biaya skripsi/tesis. Kampus ini menyelenggarakan program S1, S2 Teologi, dan Pendidikan Agama Kristen (PAK), dengan konsep bahwa mahasiswa masuk bukan dalam keadaan sempurna melainkan untuk dibentuk seperti bengkel pembuatan karakter Kristus,” tegasnya.
“Mahasiswa diwajibkan mengikuti aturan akademik dan kemahasiswaan baik di kampus maupun asrama. Hubungan dengan moral sangat penting, karena pelanggaran dapat mengakibatkan sanksi hingga dikeluarkan dari kampus. Ke depan, seleksi mahasiswa baru akan diperketat dan dilakukan melalui rekomendasi,” tambahnya lagi
Penampilan mahasiswa teologi juga menjadi sorotan, di mana kesopanan dan kerapian menjadi prioritas tanpa harus mahal, karena mereka membawa nama Kristus dan diharapkan menjadi berkat dalam pelayanan. Mahasiswa juga diingatkan untuk tidak mudah beralih pelayanan karena tidak mampu menghadapi tantangan, serta menyadari bahwa kerja keras dan proses pembentukan karakter adalah awal dari berkah.
Dalam bidang akademik, kejujuran menjadi prinsip utama. Mahasiswa dilarang nyontek (kecuali ujian open book yang menguji penalaran), melakukan plagiat, atau membeli skripsi. Skripsi harus dibuat dengan jujur, menggunakan nara sumber yang benar, dan melakukan wawancara sebagai bukti proses penelitian.
“Penggunaan data atau pendapat orang lain harus disertai referensi yang jelas, dengan batasan pengambilan data maksimal 30% dan dari pernyataan nara sumber maksimal 15%. Manipulasi data dan praktik tidak jujur lainnya seperti menitipkan absensi juga dilarang,” jelas Novry.
Dosen STTI Philadelphia berharap semua mahasiswa dapat sukses, karena kualitas pendidikan yang diperoleh tergantung pada kesediaan mahasiswa untuk dibentuk dan berjuang.
Hadir dalam kesempatan tersebut dan memberikan arahan memperkuat dari renungan firman Tuhan adalah Dr. Tumpak O.P. Sianturi, M.Th. dan Dr. Sonya Setiawan.
Acara ibadah tersebut merupakan ajang memberikan motivasi kepada mahasiswa sebagai bagian dari pembinaan akademik dan pembinaan kemahasiswaan agar lulusan mahasiswa STTI Philadelphia dapat membawa dampak terang Kristus di mana para lulusan ditempatkan di ladang pelayanan di tengah kehidupan masyarakat dan gereja.
Reporter: Johan Sopaheluwakan




















