Faktual.net, Gowa – Kerusakan parah jalan di Desa Garing, Kecamatan Tompobulu, menjadi bukti nyata kegagalan Pemerintah Kabupaten Gowa dalam menjalankan kewajiban dasar pelayanan publik, khususnya di sektor infrastruktur jalan.
Jalan poros menuju Tondo yang menjadi akses vital masyarakat telah bertahun-tahun dibiarkan rusak berat, meskipun tercatat sudah dua kali dianggarkan dalam APBD, namun hingga kini tidak pernah dituntaskan secara maksimal.
Akibat pembiaran tersebut, masyarakat akhirnya terpaksa mengambil alih peran negara. Dengan cara swadaya, warga menggalang dana hingga ratusan juta rupiah demi melakukan pengecoran jalan agar akses transportasi, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan tetap berjalan.
Aktivis sekaligus Jurnalis dataran tinggi Kabupaten Gowa. Sattu, angkat bicara menyoroti kondisi jalanan di Dataran Tinggi, Ini bukan sekadar keterlambatan pembangunan, tetapi kegagalan nyata Pemerintah Kabupaten Gowa dalam menjamin hak dasar Masyarakat.
“Jalan di Desa Garing sudah dua kali dianggarkan, namun hasilnya nihil. Ketika negara abai, rakyat dipaksa patungan ratusan juta untuk membangun jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah,” tegas Sattu.
Menurutnya, swadaya masyarakat seharusnya menjadi bentuk partisipasi pendukung, bukan solusi utama akibat kegagalan pemerintah. Ia menilai kondisi ini mencerminkan ketimpangan perhatian pembangunan antara wilayah dataran tinggi dan wilayah perkotaan.
“Jika anggaran sudah ada namun pekerjaan tidak tuntas, maka patut dipertanyakan perencanaan, pengawasan, dan komitmen pemerintah daerah. Jangan jadikan semangat gotong royong sebagai tameng untuk menutupi kelalaian struktural,” tambahnya.
Masyarakat Tompobulu berharap Pemerintah Kabupaten Gowa tidak lagi sekadar mencantumkan anggaran di atas kertas, tetapi benar-benar menghadirkan pembangunan yang tuntas, berkualitas, dan berkeadilan bagi wilayah pinggiran dan dataran tinggi.
Reporter : Saenal Abidin















