Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Jalan Dibiarkan Rusak Bertahun-tahun, Warga Kampung Pare’-Pare’ Terpaksa Swadaya Perbaiki Akses Utama

×

Jalan Dibiarkan Rusak Bertahun-tahun, Warga Kampung Pare’-Pare’ Terpaksa Swadaya Perbaiki Akses Utama

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Gowa – Ketidakpedulian Pemerintah Desa Maradekaya dan Pemerintah Kabupaten Gowa terhadap kondisi infrastruktur kembali dipertontonkan. Jalan utama di Kampung Pare’-Pare’, Dusun Punagga, Kecamatan Bajeng, yang menjadi akses vital warga, dibiarkan rusak dan tergenang air hingga setinggi lutut selama bertahun-tahun tanpa penanganan serius.

Akibat pembiaran tersebut, masyarakat akhirnya terpaksa mengambil alih peran negara. Dengan dana swadaya hasil patungan warga, jalan yang kerap berubah menjadi kubangan lumpur itu kini dipondasi dan dicor secara gotong royong demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu
Keterangan foto : Masyarakat Desa Maradekaya kecamatan Bajeng. Saat mengecor jalan utama Desa

Tokoh masyarakat Kampung Pare’-Pare’, Abdul malik menegaskan bahwa kondisi ini merupakan bukti nyata kelalaian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Ini bukan satu atau dua kali kami mengeluh. Jalan ini setiap musim hujan tidak bisa dilalui, air sampai setinggi lutut. Tapi pemerintah desa dan kabupaten seolah menutup mata. Karena itu warga terpaksa patungan,” tegas Abdul Malik.

Menurut warga, kondisi jalan yang rusak parah telah berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat. Anak-anak kesulitan berangkat ke sekolah, warga lansia dan ibu hamil terancam keselamatannya, sementara akses kendaraan darurat kerap terhambat.

Baca Juga :  Dua Calon Ketua GenPI Siap Bantu Pemkab Maros Perkuat Promosi Pariwisata

Ironisnya, jalan tersebut merupakan akses utama permukiman warga yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan desa dan kabupaten. Namun hingga kini, tidak ada kejelasan program maupun alokasi anggaran yang menyentuh wilayah tersebut.

“Kalau hanya mengandalkan gotong royong, lalu di mana peran negara? Kami bayar pajak, kami ikut aturan, tapi hak kami atas infrastruktur layak diabaikan,” lanjut abdul malik.

Aksi swadaya masyarakat ini dinilai sebagai tamparan keras bagi Pemerintah Desa Maradekaya dan Pemerintah Kabupaten Gowa. Gotong royong yang dilakukan warga bukanlah simbol keberhasilan pembangunan, melainkan bukti kegagalan negara hadir di tengah masyarakat.

Warga mendesak pemerintah desa dan kabupaten untuk segera turun ke lapangan, mengevaluasi pembiaran infrastruktur di Dusun Punagga, serta memastikan perbaikan jalan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, bukan sekadar tambal sulam atau janji politik.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Maradekaya maupun pihak terkait di tingkat Kabupaten Gowa belum memberikan tanggapan resmi atas kondisi jalan yang telah lama dikeluhkan warga tersebut.

Reporter : Saenal Abidin

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit