Example floating
Example floating
Opini

Hari Ibu dalam Bingkai Kota Kendari Bertaqwa : Pelibatan Perempuan di Sektor Kebijakan

×

Hari Ibu dalam Bingkai Kota Kendari Bertaqwa : Pelibatan Perempuan di Sektor Kebijakan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

faktual.net, Opini. Peringatan Hari Ibu setiap 22 Desember tidak seharusnya dipahami hanya sebatas seremonial perayaan dan ucapan selamat atau pengagungan peran domestik ibu sebagai perempuan semata. Dalam perspektif sejarah kebangsaan, Hari Ibu lahir dari kesadaran politik perempuan Indonesia yang menuntut pengakuan, keadilan, dan kesetaraan dalam ruang publik.

Hari Ibu merupakan momentum reflektif untuk menilai sejauh mana negara, termasuk pemerintah daerah didalamnya, terkhusus pemerintah Kota Kendari telah menghadirkan kebijakan yang adil, inklusif, dan berpihak pada kam ibu/perempuan. Dalam kerangka akademis pembangunan, ibu/perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Maka, peran ibu/perempuan harus kuat dalam upaya melibatkan diri disektor kebijakan yang bermuara pada kepentingan ibu/perempuan.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Berbagai kajian akademis menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan, pendidikan, dan ketahanan keluarga sangat ditentukan oleh tingkat pemberdayaan perempuan tentu dengan tidak menafikan peran laki – laki. Ibu bukan hanya aktor domestik, tetapi juga aktor sosial, ekonomi, dan politik.

Dengan demikian, memperjuangkan hak dan peran perempuan adalah bagian dari strategi pembangunan yang berkelanjutan, bukan sekadar isu normatif. Begitupun dalam konteks Kota Kendari sebagai Kota Bertaqwa, peran ibu/perempuan memberikan landasan nilai yang kuat dalam memaknai Hari Ibu. Kota Bertaqwa tidak hanya dimaknai dalam dimensi keagamaan saja tetapi juga terimplementasi dalam praktik sosial dan kebijakan publik yang menjunjung tinggi nilai – nilai keadilan, kemanusiaan, dan perlindungan terhadap kelompok rentan termasuk kelompok perempuan.

Dalam nilai-nilai ketakwaan, khususnya dalam nilai – nilai agama, perempuan ditempatkan sebagai subjek yang dimuliakan, dihormati martabatnya, dan dijamin hak-haknya dalam seluruh aspek kehidupan. Namun, jujur harus kita akui bahwa tantangan struktural dan paradigma masih dihadapi perempuan dibanyak lini kehidupan. Akses terhadap pendidikan yang merata, peluang ekonomi yang adil, perlindungan dari kekerasan, serta representasi perempuan dalam ruang pengambilan keputusan masih perlu diperkuat dengan dukungan regulasi bukan sekedar ucapan.

Baca Juga :  Banjir di Desa Sambalagi Diduga Kuat Berkaitan dengan Aktivitas Pertambangan, Warga Soroti Kelemahan Implementasi AMDAL

Ketakwaan Kota Kendari tidak cukup diwujudkan dalam slogan, tetapi harus tercermin dalam kebijakan daerah yang responsif gender dan berorientasi pada keadilan sosial. Sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Kendari, saya memandang bahwa Peringatan Hari Ibu adalah pengingat akan tanggung jawab politik lembaga legislatif. DPRD Kota Kendari memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa setiap kebijakan daerah di Kota Kendari, baik peraturan daerah, kebijakan penganggaran, maupun fungsi pengawasan harus selaras dengan nilai-nilai ketakwaan dan keadilan gender.

Anggaran yang berpihak pada pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan ekonomi keluarga harus menjadi prioritas pembangunan Kota Kendari. Perempuan harus dilibatkan secara aktif sebagai subjek pembangunan bukan sebagai obyek.

Partisipasi perempuan dalam musyawarah perencanaan pembangunan, forum keagamaan, dan ruang-ruang demokrasi lokal serta ruang-ruang publik lainnya merupakan prasyarat bagi terwujudnya Kota Bertaqwa yang inklusif. Ketakwaan sejati tercermin ketika setiap warga negara tanpa memandang gender, memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan menentukan arah kebijakan pembangunan.

Hari Ibu juga menjadi momentum bagi kita semua untuk meluruskan cara pandang kita. Menghormati ibu/perempuan bukan berarti membatasinya pada satu peran tertentu, melainkan membuka ruang agar perempuan dapat tumbuh, berdaya saing dan berkontribusi sesuai potensi dan panggilan hidupnya. Dalam nilai ketakwaan, keadilan adalah prinsip utama, dan keadilan tidak akan terwujud selama masih ada ketimpangan struktural terhadap perempuan.

Akhirnya, dalam bingkai Kota Kendari sebagai Kota Bertaqwa, peringatan Hari Ibu harus menjadi komitmen politik yang berkelanjutan. Menguatkan perempuan berarti menguatkan keluarga, masyarakat, dan fondasi moral kota ini. Ketakwaan yang hidup dalam kebijakan publik akan menjadikan Kendari tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga beradab, adil, dan bermartabat. Selamat Hari Ibu Tahun 2025.

Penulis : Irmawati, S.E.,S.H.,M.H.,M.Kn adalah Wakil Ketua DPRD Kota Kendari

Kendari, 22 Desember 2025

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit