Example floating
Example floating
BeritaDaerahPeristiwa

Pencarian Lima Warga Hilang di Hutan Maranne Berakhir Lega: Basarnas, Baznas Makassar, dan Aparat Gabungan Kerja Nonstop — Warga Ditemukan Selamat

×

Pencarian Lima Warga Hilang di Hutan Maranne Berakhir Lega: Basarnas, Baznas Makassar, dan Aparat Gabungan Kerja Nonstop — Warga Ditemukan Selamat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Gowa, Sulsel– Upaya pencarian lima warga Jambu Kaccia, Dusun Lemoa, Desa Bontolempangan, yang hilang sejak Selasa (09/12/2025) saat mencari rotan di Hutan Pinus Maranne, akhirnya menemui titik terang. Setelah operasi besar digelar sejak pagi oleh tim gabungan, informasi terbaru dari warga Desa Ulujangan menyebutkan bahwa para warga yang hilang telah terlihat berjalan menuju Balla Borong Taroang dan kini telah dipastikan ditemukan dalam keadaan selamat.

Sebelumnya, pencarian yang dilakukan warga hingga dini hari belum membuahkan hasil, meski penyisiran telah menembus lebih dari 10 kilometer ke dalam hutan.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Basarnas Tiba, Operasi Diperkuat Baznas Makassar, Danramil, Danpos, Polsek Bungaya, dan Aparat Desa.

Pada Rabu pagi, tim Basarnas tiba di Jambu Kaccia dan langsung memimpin pencarian dengan pola terstruktur melalui pembagian sektor dan penggunaan peralatan SAR standar.

Pencarian juga mendapat dukungan penuh dari Tim Baznas Makassar yang dipimpin Lukman, yang membantu logistik, koordinasi warga, dan pergerakan tim di jalur-jalur sulit.

Kekuatan tim bertambah dengan hadirnya unsur TNI–Polri dan pemerintah desa, yaitu:

Basarnas Makassar dipimpin Lukman

Danramil Tompobulu

Danpos Bontolempangan

Pihak Polsek Bungaya yang turun langsung membantu pengamanan dan pemetaan jalur

Kepala Desa Bontolempangan

Kepala Desa Julumate’ne

Satpol PP

Kepala Puskesmas Bontolempangan 1 dan tim medis

Relawan dan warga dari Jambu Kaccia,Julumate’ne, Lemoa, dan Ulujangan

Seluruh unsur hadir sejak pagi dan melakukan koordinasi di Posko Jambu Kaccia sebelum bergerak menyisir hutan.

Arahan Tegas Danramil, Danpos, dan Polsek Bungaya

Sebelum tim masuk ke lokasi pencarian, Danramil Tompobulu, Danpos Bontolempangan, dan pihak Polsek Bungaya memberikan arahan bersama menegaskan pentingnya keselamatan dan kedisiplinan seluruh tim.

“Medan hutan Maranne sangat licin, bercabang, dan mudah menyesatkan. Tim wajib tetap bersama, tidak ada yang bergerak sendiri, dan semua langkah mengikuti komando lapangan,” tegas Danramil Tompobulu.

Baca Juga :  Tambang Ilegal Manongkoki Masih Beroperasi, Warga Tuding Polres Takalar Tutup Mata terhadap Laporan Masyarakat

Pihak Polsek Bungaya juga menambahkan pentingnya menjaga jalur komunikasi dan memastikan setiap sektor tetap aman:

“Kami mengimbau agar setiap tim menjaga jarak aman, tetap waspada terhadap tebing licin, dan rutin melapor posisi. Keselamatan menjadi prioritas,” ujar perwakilan Polsek Bungaya.

Danpos Bontolempangan menegaskan bahwa stamina juga menjadi faktor penting karena medan sangat menguras tenaga.

Informasi dari Warga Ulujangan Menjadi Titik Balik

Titik terang muncul saat warga Desa Ulujangan, Dg Bollo, melihat lima orang yang hilang berjalan ke arah Balla Borong Taroang. Informasi ini langsung dilaporkan ke posko dan segera ditindaklanjuti.

Beberapa saat kemudian, tim gabungan mengonfirmasi bahwa para warga berhasil ditemukan selamat dan kini dalam proses penjemputan serta pemeriksaan awal.

Camat Bontolempangan Apresiasi Kinerja Tim dan tetap menghimbau Warga Tetap Waspada

Camat Bontolempangan, Al Azhar, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian, mulai dari Basarnas, Baznas, Danramil, Danpos, Polsek Bungaya, Aparat Desa, Tenaga Kesehatan, Satpol PP, hingga warga.

“Terima kasih kepada seluruh pihak—Basarnas, Baznas, TNI, Polri, Satpol PP, Aparat Desa, tenaga kesehatan, dan warga—yang telah bekerja tanpa henti. Sinergi ini menjadi kunci hingga para korban ditemukan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau warga yang ikut membantu pencarian agar tetap berhati-hati:

“Kondisi hutan sangat licin dan rawan tersesat. Semua pergerakan harus terkoordinasi untuk mencegah risiko baru,” tambahnya.

Kelima warga—Dg Patto, Dg Ngaha, Ramalang, Sangnging, dan Awal—masuk ke hutan sejak Selasa pagi untuk mencari rotan dan tidak kembali hingga malam, sehingga memicu operasi pencarian besar.

Posko Jambu Kaccia Masih Siaga

Posko Jambu Kaccia kini menyiapkan:

Pemeriksaan medis

Pendataan lengkap

Pemulihan kondisi

Pemulangan

Reporter Sattu.

Redaksi.

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit