Faktual.net, Makassar, Sulsel– Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, M. Tito Karnavian, memberikan pengarahan strategis kepada para kepala daerah se-Sulawesi Selatan dalam upaya menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah menjelang akhir tahun.
Acara yang berlangsung di Baruga Astacita, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, kamis (11/9/2025)
Pengarahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Forkopimda, serta Bupati dan Wali Kota se-Sulsel. Merupakan kordinasi dan sinergitas antara pemerintah pusat, dengan Pemprov Sulsel dan para Bupati/ walikota.terjalin kordinasi lebih baik.
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan 11 arahan krusial yang harus ditindaklanjuti para kepala daerah, meliputi:
1. Rapat Forkopimda Rutin, Aktifkan koordinasi berkala untuk respons cepat dinamika lokal.
2. Komunikasi Tokoh Masyarakat, Jalin komunikasi intensif dengan tokoh agama, adat, dan berpengaruh untuk redam konflik.
3. Doa Kedamaian, Inisiasi doa bersama lintas komunitas sebagai simbol persatuan.
4. Program Pro-Rakyat, Dorong pasar murah, bantuan sosial, intervensi ekonomi untuk jaga daya beli.
5. Pembatasan Acara Mewah, Tunda pesta musik, hindari gaya hidup mewah pejabat.
6. Kesederhanaan Acara Pribadi, Resepsi nikah dan ulang tahun sederhana, empati kondisi masyarakat.
7. Penundaan Perjalanan Luar Negeri Kepala daerah wilayah rawan tetap di daerah, kontrol situasi bersama Forkopimda.

8. Perbaikan Fasilitas Publik, Perbaiki fasilitas rusak, tutup sementara jika perlu.
9. Bahasa Publik Menenangkan, Gunakan bahasa santun, rendah hati dalam pernyataan publik.
10. Reaktivasi Siskamling, Aktifkan kembali keamanan lingkungan berbasis warga.
11. Sinergi Lintas Sektor, Perkuat koordinasi untuk kebijakan efektif di lokal.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyambut baik arahan ini, dan Sangat Apresiasi kordinasi antara Pemerintah Pusat dalam hal ini Menteri Dalam Negeri dengan para Bupati dan walikota se-Sulsel
“Bukan hanya respons situasi nasional, tapi refleksi kebutuhan masyarakat Sulsel yang ingin pemerintahan hadir, tanggap, sederhana,” Ujarnya.
Acara ini jadi momentum penting bagi pemimpin daerah perkuat sinergi dan terjemahkan kebijakan pusat efektif di lokal, prioritaskan kepentingan masyarakat.
Redaksi Sulsel













