Faktual.net, Barru,Sulsel- 28 Juli 2025, Pemerintah Kabupaten Barru dibawah kepemimpinan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari dan Wakil Bupati Barru Abustan Andi Bintang tengah gencar promosikan serta perkenalkan Kabupaten Barru seluruh Indonesia.
Barru dibawah kepemimpinan Andi Ina Kartika Sari Bupati Wanita Cantik pertama Pimpin Barru diwilayah Propinsi Sulsel, mulai gencar berbenah sebagai daerah yang sarat inovasi program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat Barru, juga perkenalkan akan ragam ciri khas promosi budaya ekonomi serta ciri khas kearifan lokal yang berbeda dengan kabupaten lain yang ada Sulsel, salah satu yang perkenalkan sebagai ciri khas unggulan yakni pakaian khas Batik Barru warna kuning keemasan.
Batik khas Barru berwarna kuning emas menampilkan keanggunan keindahan serta gambarkan bahwa kabupaten Barru adalah daerah menarik untuk kunjungi, simbol batik khas baru warna kuning bukanlah sekadar kain yang indah, tetapi juga merupakan simbol pengabdian yang bermakna, puisi yang melekat di tubuh, dan cinta yang dijalin dalam setiap helai benang.
Motif “Corak Labba” yang menjadi ciri khas batik ini menggambarkan keluasan pikiran, keseimbangan hidup, dan kedamaian hati.
Batik corak labba kuning keemasan ini seakan membisikkan pada setiap ASN: “Bekerjalah bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tapi rawatlah setiap warga seperti engkau merawat keluargamu.”
Warna kuning yang dominan melambangkan semangat, kehangatan, kebahagiaan, dan kemuliaan. Perpaduan warna seperti putih, hijau, dan hitam juga memiliki makna yang mendalam. Putih melambangkan kesucian jiwa, hijau melambangkan pertumbuhan, dan hitam sebagai ruang refleksi.
Batik ini bukan hanya sekadar pakaian, tetapi juga merupakan identitas, cerita, dan doa yang dijahit dalam diam. Saat dikenakan, batik ini membawa pesan moral yang mengajak ASN untuk tidak hanya bekerja, tetapi juga merenung dan mengenakan nilai-nilai yang baik.
Dengan mengenakan batik ini, ASN diharapkan dapat membawa nilai-nilai yang terkandung dalam batik tersebut, seperti ketulusan, empati, dan cinta kepada masyarakat. Batik khas Barru ini nantinya akan dikenakan oleh seluruh ASN Kabupaten Barru setiap hari Kamis, sebagai simbol komitmen mereka dalam memberikan pelayanan publik yang terbaik.
“Ini bukan hanya soal penampilan. Ini tentang mengenakan nilai-nilai kita, setiap hari. Tentang membawa Barru bukan hanya di dada, tapi juga di hati,” ujar Bupati Andi Ina Kartika Sari.
Dengan demikian, batik khas Barru ini bukan sekadar warisan, tetapi juga cinta yang dikenakan, sebagai simbol pengabdian dan komitmen ASN dalam melayani masyarakat. Salamakki Tapada Salama.
Reporter Harisman
















