Faktual.net, Barru, Sulsel- 25 Juli 2025, Masyarakat Lasinri, Kabupaten Barru, masih menunggu dengan penuh harap kapan Masjid Raya Barru yang megah ini bisa ditempati. Masjid yang dibangun di atas lahan seluas 18.120 meter persegi ini diharapkan menjadi ikon baru di Kabupaten Barru. Namun, hingga saat ini, progres pembangunan masjid masih menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Masyarakat dan Jemaah Mesjid meminta agar pembangunan masjid dipercepat dan sejarah masjid sebelumnya tidak hilang.
Ada dua permintaan utama dari masyarakat, yaitu:
1. Menara yang sekarang tidak dirubuhkan
2. Nama Nurusahada tidak dihilangkan
Jemaah mesjid beserta Masyarakat masih gelisah karena beberapa hal, seperti tidak adanya plapon dalam anggaran milyaran yang telah disiapkan. Masyarakat juga meminta agar Bupati mengundang Bupati sebelumnya untuk berbicara baik-baik dan mencari solusi.
Masyarakat berharap Ibu Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari dapat berkunjung dan berkomunikasi pengurus mesjid raya agar masjid ini bisa diresmikan pada peringatan Hari Jadi Kabupaten ke-65 tahun 2025. Masyarakat juga meminta agar pembangunan masjid dipercepat dan sejarah masjid sebelumnya tidak hilang.
Pembangunan Masjid Raya Barru dimulai dengan peletakan batu pertama pada Februari 2024. Progres pembangunan hingga Januari 2025 mencapai sekitar 75%. Pembangunan masjid ini menelan biaya sebesar Rp 25 Milyar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Barru.
Masjid Raya Barru ini memiliki kapasitas mencapai 6.704 jamaah dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti taman, area parkir luas, dan menara setinggi 30 meter.
Dengan demikian, pembangunan Masjid Raya Barru diharapkan dapat menjadi simbol kemajuan dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Barru. Semoga masjid ini dapat segera difungsikan dan menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi masyarakat.
(Harisman)
















