Faktual. Net, Malang. Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XVIII telah menghasilkan 13 nama-nama formatur. Dari 774 orang, sebanyak 754 orang menggunakan hak suaranya, sementara 20 orang memilih abstain. Pemilihan dilakukan dengan menggunakan sistem e-voting. Setiap pemilih diharuskan memilih 13 nama dari 43 formatur, tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang, sebab kalau lebih ataupun kurang maka dinyatakan batal oleh sistem.
Melalui sidang 13 formatur pada Ahad. 5/8/2018 Najih Prasetyo terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat DPP IMM periode 2018-2020. Dalam pidato pertamanya, Najih Prasetyo mengajak semua kader IMM untuk bergandeng tangan membangun bangsa.
Dia menegaskan bahwa setiap kader IMM adalah pemimpin di muka bumi. “Setiap kita diciptakan di muka bumi sebagai khalifah” tegas kader IMM Jawa Timur ini.
Ketua terpilih 2018-2020 ini mengajak seluruh kader IMM untuk kembali bersama, bersatu dan kompak memikirkan serta memajukan IMM.
“Saya mengajak kepada semua kader untuk mengutamakan sifat kebersamaan dan kekompakan kita,” ajaknya di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 3 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Selanjutnya diajaknya seluruh kader se-Indonesia untuk melakukan konsolidasi organisasi secara keseluruhan dan utuh tanpa ada hal-hal yang dapat menyebabkan kegaduhan dan kebingungan didalam organisasi atau sampai menyebabkan perpecahan di tubuh organisasi IMM.
Terakhir dirinya mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada seluruh kader IMM se-Indonesia dan panitia yang telah membantu terlaksananya Muktamar XVIII di Malang, Jawa Timur.














