Faktual.Net, Jakarta. Disela kesibukannya sebagai pengacara dan keluarga besar Forum Bela Negara (FBN) cabang Bali, Agustinus Nahak sempat meluangkan waktu selepas upacara HUT RI ke 74 di sebuah Restoran jalan Veteran Jakarta Pusat pada Sabtu 17/8/2019 untuk berbincang terkait keberadaan orang Asing Di Bali.
Dikatakannya, “kita terlalu menganggap istimewa orang asing yang datang ke negeri kita khususnya Bali, padahal mereka sering melakukan keonaran yang menyebabkan terganggunya masyarakat lokal seperti akhir – akhir ini ada bule yang mabuk sambil ngamuk ke masyarakat, melakukan penistaan ke Petirtaan/Air Suci yang disakralkan masyarakat pulau Dewata. Sangat miris sampai menjadikan Air Suci untuk (maaf) cebok, ini sudah kelewat batas”, kata advokat tersebut.
Dikatakannya lagi bahwa orang asing di Bali hampir menguasai segala sektor perekonomian, bahkan dirinya sering dimusuhi etnis tertentu gara – gara menyuarakan kebenaran demi keadilan.
“Saya yakin masyarakat lokal kita banyak yang mampu menguasai segala sektor terutama perekonomian, saatnya memberi kesempatan kepada masyarakat kita untuk menguasai lintas sektoral tersebut. Tentunya kita tidak bisa melarang orang asing datang ke Bali apalagi di era globalisasi ini. Yang diperlukan adalah pengawasan ketat dan penindakan tegas kepada yang melanggar termasuk oknum pejabat, aparat maupun imigrasi yang bermain”, katanya lagi.
“Saya adalah pelaku bela negara, makanya saya tidak akan takut mati untuk kepentingan bangsa dan negara ini. Saya tidak mau menjadi pengkhianat di negeri ini”, pungkas Agustinus Nahak.
Reporter : Rizal














