
Faktual.Net, Konawe Selatan – PT Bintang Energi Mineral (PT BEM) merupakan suatu perusahaan yang bergerat pada galian C, yaitu tambang Pasir Silika (Pasir Kuarsa).
Tempat perusahaan tersebut beroperasi di Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Diketahui perusahaan tersebut mulai beraktivitas pada tahun 2023 ini, demi menunjang kesejahteraan masyarakat, PT BEM berkomitmen melakukan pemberdayaan masyarakat lingkar tambang. Hal itu diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PT BEM, Amor.
“Aktivitas kita mulai dari awal 2023, dan sejak awal kita sudah lakukan rekayasa sosial terhadap masyarakat sekitar, kami berdayakan masyarakat lingkar tambang,” ucap Amor pada Minggu (6/8/2023) Malam.
Amor mengatakan, pihaknya telah menyalurkan dana Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di lokasi Penambangan dan lokasi yang dilintasi oleh aktivitas hauling PT BEM.
“Kami juga berdayakan masyarakat dengan mengontrak dan menggunakan masyarakat lingkar tambang, bahkan legal kami juga orang dari masyarakat lokal,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga dalam melakukan aktivitas hauling selalu melakukan maintenance pembersihan jalan sehingga tidak berdampak pada masyarakat sekitar.
“Kami dalam melakukan maintenance pembersihan jalan, kami gunakan lagi masyarakat sekitar, untuk melakukan penyiraman jalan, mobil dan sopirnya itu masyarakat sekitar,” bebernya.
“Itu terus menerus kita lakukan, ada 6 (enam) armada yang melakukan penyiraman, dan kami pastikan tidak ada dampak debu yang dirasakan masyarakat,” sambungnya.
Bukan hanya itu, kehadiran PT BEM di Konawe Selatan ini selalu merespon dan cepat tanggap terhadap keluhan masyarakat sekitar.
“Kami selalu berkomitmen dan menjaga bagaimana kami memberdayakan masyarakat lingkar tambang,” pungkasnya.
Dilansir dari Filterair.Id, manfaat dari Pasir Silikia ini yaitu sebagai bahan baku pembuatan kaca, pengecoran logam, produksi logam, produksi kimiawi, konstruksi, catcat dan pelapis, keramik dan refraktori, filtrasi dan produksi air, produksi rekreasi, dan pemulihan minyak dan gas.
Reporter : Nuzul















