Faktual.Net, Kendari — Pondok Pesantren Al-Askar 03 Kendari, dibawah pimpinan Ustadz H. Laenre Manna, Lc, menggelar tasyakuran wisuda santri hafalan Qur’an 30 juz tingkat MTS dan MA tahun pelajaran 2022/2023, berlokasi di Pondok Pesantres Al-Askar 03 Putra, Simbo Kendari, Minggu, (30/7/2023).
Tasyakuran wisuda tersebut mengangkat tema, “Mewujudkan Generasi Berprestasi Berjiwa Qur’ani”
Ustadz H. Laenre Manna, Lc menyampaikan rasa bangga sekaligus terimakasih kepada kepala sekolah, para guru, ustadz dan pembina yang telah mengawal siswa-siswi tingkat Madrasah Tsanawiya (MTs) sebanyak 87 orang, dan Madrasah Aliyah (MA) 35 orang, sehingga pada tahun ini bisa menamatkan lulusan perdananya, sekaligus sebagai santri penghafal qur’an, dimana menurut mantan imam masjid Raya Kendari hal ini adalah sebuah pekerjaan berat, membina siswa-siswi sekaligus sebagai santri, yang bisa menghafal qur’an. Siswa MTs sekaligus santri tercepat yaitu Riski Prasetyo menghafal qur’an dalam waktu dua tahun setengah.
“Terimakasih kepada bapak dan ibu guru serta ustadz-ustadz, para pembina yang sudah kerja keras siang malam yang telah membina anak-anak kita sehingga bisa selesai hafalan qur’an-nya 30 juz, ini pekerjaan berat, jangankan hafal 30 juz, kita baca saja untuk hatam 30 juz itu susah apalagi kita hafal, makanya ini butuh proses yang sangat panjang, makanya anak-anak kita ini selesai hafal qur’an-nya ada yang lima tahun, empat tahun, dan yang paling tercepat ada satu orang, luar biasa Allah kasi kemudahan yang tidak diberikan kepada anak-anak yang lain, yaitu ananda RIfki Prasetyo hafal qur’an dua tahun setengah, dan itu lancar, satu-satunya santri dipondok yang tidak pernah melanggar, tidak pernah ada pelanggaran, juara satu terus, nilainya paling tinggi terus, hafalannya paling cepat, anaknya subhanallah, solat duhanya sudah tidak disuruh lagi, ini masih umur SMP, solat tahajudnya luar biasa,” puji pimpinan ponpes Al Askar 03 Kendari, ustadz H. Laenre Manna, Lc.
Penamatan perdana siswa-siswi MTs Al-Askar dan MA Al-Askar tahun ini adalah kali pertama, sejak didirikan tahun 2020 bertepatan dengan pandemi corona, dimana sebelumnya hanyalah tahfidz murni.
“Waktu di masjid agung Al-Kautsar, anak-anak kita cuma menghafal al-qur’an saja, nanti ujian paket, Alhamdulillah sejak 2020 ibu kepala sekolah bersama guru-guru yang lain berjuang keras, untuk mengurus segala izin operasional sekolah dan lain sebagainya, sehingga pada hari ini kita menyaksikan anak kita yang telah tamat SMP/MTs Al Askar sekitar 80 orang lebih, dan MA Al Askar sekitar 30 orang lebih, Alhamdulillah, dimana pada saat di mesjd agung saya tidak pernah berpikir untuk membuka sekolah, saya cuma nikmati membina tahfidz bersama ustadz-ustadz yang lain, tapi setelah tinggalkan masjid agung, dibantu oleh kepala sekolah bisa mendirikan sekolah MTs sekaligus MA Al-Askar Kendari,” kenangnya.
Ustadz H. Laenre Manna, Lc dalam kesempatan tersebut sekaligus meminta doa dan dukungan akan rencana pendirian universitas Islam Al-Askar Kendari, juga seribu rumah tahfidz qur’an .
“Setelah kita buka MTs dan MA insya Allah kami mohon doanya bapak ibu semua ada rencana kita mau buka perguruan tinggi ilmu Al-Qur’an Al-Askar. Saya bersama ustadz-ustadz bercita-cita mau buka seribu rumah tahfis makanya kita siapkan anak-anak kita setelah hafal qur’an lanjut kuliah, setelah itu kembali ke kampung masing-masing untuk buka sekolah islam atau buka pondok tahfis ,” lanjut alumni universitas Al Azhar Kairo Mesir itu, Ustadz Laenre Manna, Lc.
Kepala Kantor Kementerian agama Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), diwakili Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggara Haji dan Umroh, Marni S.Ag., M.Pd menyampaikan bahwa ponpes Al-Askar memiliki keunggulan tersendiri sehingga orang tua berbondong-bondong menyekolahkan anaknya ditempat seperti ini.
“Kenapa hari ini pondok pesantren Al-Askar yang baru berdiri 2006, kemudian madrasahnya baru tiga tahun menamatkan tahun ini, berlomba-lomba didatangi oleh orang tua untuk memawa anaknya disini mengapa bisa, karena adanya nilai plus apa itu hafalan jadi ada nilai plus disana, orang tua membawa anaknya ke madrasah untuk mencari nilai unggulan apa disana,” ungkapnya.
Harapannya pondok pesantren, rumah-rumah tahfidz memiliki madrasah, sehingga anak-anak penghafal qur’an ilmunya bisa berkembang, bertambah ilmu pengetahuan bergandengan imtaq dan imtek. Melahirkan generasi yang moderat, toleran yang mempunyai ilmu pengetahuan, yang membahagiakan keluarga, agama, nusa dan bangsa yang cinta NKRI diharapkan lahir dari pondok pesantren.
“Mudah-mudahan pondok pesantren semakin menjamur dan bisa melahirkan generasi qur’ani generasi rabbani yang cinta tanah air cinta NKRI dan menjadi kebanggaan seluruh bangsa Indonesia yang menjadikan negara kita baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur,” Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Sultra, Marni S.Ag., M.Pd.
Pj Walikota Kendari, diwakili Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Sejahtera, Drs. H. Jahuddin, M.Si dalam sambutannya, menjamurnya pesantren di Kota Kendari diharapkan bisa melahirkan generasi qur’ani yang tidak hanya pandai membaca qur,an tapi juga mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sering dengan tagline Kota Kendari Bergerak (Bersih Gesit Ramah Kondusif) diharapkan berbading lurus dengan tingkat kesejahteraan.
“Tagline Kota Kendari, Kendari Bergerak, dihubungkan dengan agama, bersih gesit ramah kondsif, seiring dengan pembangunan Kota Kendari, kita ambil peran sebagai garda terdepan pondok pesantren dengan pembangunan mental spiritual, menjamurnya pondok pesantren berbanding lurus dengan tingkat kemakmuran dan kesejahteraan,” harap Drs. H. Jahuddin, M.Si, mewakili Pj Walikota Kendari.
Diawal, Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Al-Askar Kendari Mustika, S.Pd menyampaikan, penamatan perdana MA, tahun ajaran 2022/2023, hitungannya berjumlah 35 orang siswa-siswa, namun satu orang santri meninggal dunia usai menamatkan hafalan 30 juz, sehingga total penamatan murid MA Al Askar berkurang menjadi 34 orang. Dirinya pun berharap para siswa-siswi yang telah tamat dan akan melanjutkan ke perguruan tinggi tetap menjadi, seorang santri, murid sekaligus anak.
“Jangan lupa pula bahwa hebatnya antum-antum semua tidak lepas pula dari jerih payah guru-guru, doa-doa yang dipanjatkan oleh orang tua, maka tetaplah menjadi seorang santri, tetaplah menjadi seorang murid dan tetaplah menjadi seorang anak,” Mustika, S.Pd, Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Al-Askar Kendari.
Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Askar Kendari, Wa Ode Nurliati Fahidu, S.Pd., M.Si dalam sambutannya diawal wisuda, menyampaikan rasa syukur telah ditugaskan oleh Kementerian Agama sebagai PNS, sejak tahun 2020 menjadi kepala Madrasah Tsanawiah di Pondok Pesantren Al-Askar Kendari, dan saat ini telah memiliki 425 murid terdaftar, dikatakannya sebagai satu-satunya yayasan yang telah berhasil dipercayakan mengelola dana BOS (Bantuan Operasional Siswa), setelah dua tahun mandiri.
“Sebagai kepala MTs Al-Askar yang diberi tanggungjwab ditugaskan oleh kementerian agama sebagai PSN dalam hal ini sebagai kepala madrasah MTs Al-Askar sejak tahun 2020, di yayasan ini saya sangat bersyukur karena ini adalah kesempatan emas untuk mengabdi dan berkarya sebagaimana kita sebagai abdi negara, dari sejak tahun 2020, kini sebanyak empat ratus dua puluh lima terdaftar di MTs Al-Askar,” urai , Wa Ode Nurliati Fahidu, S.Pd., M.Si.
Ia berharap agar anak-anak santri alumni MTs dan MA Al-Askar yang telah lulus, tetap menjaga nama baik sekolah, mengedepankan etika sebagai kelebihan dari anak-anak diluar santri.
Sekedari diketahui bahwa, lulusan MA Al-Askar Kendari tahun ini berhasil meloloskan 5 orang santriwan-santriwati ke universitas Al Ashar, Kairo Mesir, dari empat ribu pendaftar se-Indonesia, dan seribu limaratus orang yang akan diterima asal Indonesia. ***
DEL
















