Example floating
Example floating
BeritaHeadlineKesehatanPemerintahan

Puskesmas Tomalaou Gagas Inovasi ‘Jedarnya Bang Bily’

×

Puskesmas Tomalaou Gagas Inovasi ‘Jedarnya Bang Bily’

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net,Malut,Tidore. Sebagai upaya mendukung pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Kesehatan, yaitu Pelayanan Kesehatan Terduga TB, UPT Puskesmas Tomalou di wilayah Kecamatan Tidore Selatan melakukan inovasi dalam upaya penanganan penyakit Tuberkulosis (TB) Paru, inovasi tersebut bernama ‘Jedarnya Bang Bily’ (Jemput Dahak Bareng Bina Wilayah).

Pengelola Program TB UPT Puskesmas Tomalou, Naima, A.Md.Kep, menjelaskan, Jedarnya Bang Bily merupakan salah satu inovasi dari UPT Puskesmas Tomalou untuk penanganan dan penanggulangan penyakit TB.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“Inovasi ini hadir dikarenakan rendahnya jumlah penemuan suspek TB diwilayah kerja UPT Puskesmas Tomalou, dimana pada tahun 2022 Capaian penemuan Suspek TB pada triwulan satu dan dua hanya mencapai 46 Suspek TB artinya angka penemuan Suspek TB lebih kecil dari target 248 Suspek TB, begitu pun dengan pencapaian angka keberhasilan hanya 18,5 %” sehingga diharapkan dengan inovasi ini penemuan dan pelacakan kasus TB dapat dapat mengalami peningkatan dan memutus mata rantai penularannya,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala UPT Puskesmas Tomalou Norma Husen, S.S.T.Keb, yang ditemui dikantornya, selasa(11/9/22) menyampaikan bahwa, dengan Inovasi Jedarnya Bang Bily ini, penemuan kasus TB BTA Positif lebih cepat sehingga pengobatan segera dilakukan, selain itu menghindari penularan penyakit TB lebih luas.

Baca Juga :  Diduga Kurang Pas Mengukur, Bangunan Pagar Sekolahan Di Ibukota Jakarta Miring!

“Jedarnya Bang Bily ini dikembangkan sejak Juli 2022 dan saat ini angka penemuan suspek TB sudah 78% dari target 248 suspek dan kami optimis di bulan Desember 2022 nanti target kita akan mencapai 100%’’ tambahnya.

Mengenai kendala tersebut, Ibu Norma mengungkapkan pasien dan keluarga masih takut memeriksakan TBC apalagi ada stigma negatif soal penyakit ini, selain itu, pasien sulit mengeluarkan dahak sehingga sampel yang dikumpulkan berupa air liur.

Norma juga Berharap agar program yang telah dibuat oleh tim UPT Puskesmas Tomalou dapat meningkatkan angka pelayanan kesehatan bagi penderita maupun terduga TB di wilayahnya.

“Kami berharap semoga kegiatan dan inovasi yang kami buat ini dapat menekan angka kesakitan akibat penyakit TB dan semoga setelah banyak hal baik yang di petik dari program ini, dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk eliminasi TB tahun 2030,” tutup beliau.

 

Reporter : Aswan

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit