faktual.net, Gowa – Setahun lebih Laporan Polisi Nomor : LP.B/12/V/2022/SULSEL /POLRES GOWA/ POLSEK BIRINGBULU. mandek di tangan penyidik.
Saenal Abidin Sebagai korban yang juga sekaligus Pelapor merasa kecewa atas pelayanan penyidik Reskrim Polsek Biringbulu atas mandeknya Laporan tersebut.
“Saya sangat kecewa atas pelayan Penyidik Polsek Biringbulu, karena sudah setahun lebih Laporan saya tidak ada Perkembangan dan informasi baik dari Kapolsek, Kanit dan penyidiknya”, ucap Saenal Abidin.
Saya saja Seorang wartawan tidak dikasih kejelasan oleh penyidik, Bagaimana kalau Masyarakat biasa yang jadi korban sudah jelas pasti Laporan nya tidak di Gubris.
“Setahun Lebih Laporan saya Terkait Pengancaman Pistol Oleh Oknum PNS Kecamatan Biringbulu sampai hari ini barang bukti belum di amankan oleh pihak penyidik”, lanjut Saenal Abidin.
olehnya itu saya berharap kepada Bapak Kapolres Gowa untuk mengevaluasi kinerja Kapolsek Biringbulu, Kanit Reskrim Polsek Biringbulu dan jajarannya terkait penanganan Perkara.
“Kami berharap agar Laporan saya segera ada tindak lanjut, Karena sudah setahun lebih belum ada tindak lanjut, ataukah memang penyidik Poslek Biringbulu tak Punya Nyali dalam menangani perkara”, Tambahnya Saenal Abidin.
Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Biringbulu Aipda Syamsuddin saat di Konfirmasi melalui telepon WhatsApp mengatakan, Sudah lama ini persoalan baru saya masuk di Polsek biringbulu.
“Pada saat saya pertemukan antara korban dengan terlapor dan saksi, keluarganya tidak ada yang melihat bahwasanya ada pengancaman yang menggunakan benda berupa Pistol atau benda lainnya”, Ucap Syamsuddin Kanit Reskrim Polsek Biringbulu.
Sedangkan Laporan tersebut yang terancam adalah Enal dangan istri nya. Pada saat kejadian tersebut Enal dengan istrinya tidak ada di TKP, Menurut keterangan yang lain imbung dari Rumah Pak Dusun pada saat ini kami pertemukan kedua belah pihak antara korban dengan si terlapor bahkan saksipun tidak ada yang mengakui.
“Tidak ada yang mengakui Bahwasanya ada benda berupa pistol untuk di gunakan mengancam salah satu korban tersebut.
enal dengan istrinya tidak ada di tempat kejadian, kenapa dia menganggap dirinya di ancam oleh si pelapor”, Tutup Aipda Syamsuddin pada saat di Konfirmasi.
Saenal Abidin selaku pelapor mengatakan, kan ada BAP Saksi, kalau pak Kanit mengatakan seperti itu berarti BAP Saksi pada saat di periksa di Hilangkan.
“Jelas itu sudah menyalahi aturan dan saya berharap agar Penyidik yang mengani agar jangan sampai BAP tersebut di hilangkan atau di rubah”, tutup Saenal Abidin.
Reporter: Sattu
















