faktual.net, Kendari, Sultra. Titik terakhir dari rangkaian reses Masa Sidang II Tahun 2023 oleh Sudarmanto Saeka, SE.,M.Si anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dari Fraksi Partai Nasdem yang terjadwal 28 Mei – 4 Juni 2023 berakhir di SMAN 6 Kendari.
Kedatangan Sudarmanto Saeka (SS) di sekolah pemerintah tersebut disambut hangat oleh Kepala Sekolah (Kepsek) dan sambutan tarian oleh siswi sekolah tersebut.
Bertempat di Laboratorium Kimia yang disulap menjadi Aula Sekolah, puluhan guru dan pengurus OSIS menyambut kedatangan SS dengan silih berganti menyampaikan aspirasinya.
Diawali oleh Kepsek, Idham, S.Pd.,M.Hum kepada SS memperkenalkan profil SMAN 6 Kendari. Ia menyebut bahwa sekolah yang dipimpinnya masih banyak hal yang harus dibenahi dan membutuhkan perhatian dari Pemprov Sultra.
Dengan jumlah siswa 1105 orang, maka SMAN 6 Kendari merupakan sekolah terpadat ke 5 setelah SMAN 4 Kendari, SMAN 1 Kendari, SMAN 5 Kendari dan SMAN 2 Kendari.
Idham juga menyebut bahwa saat ini sekolahnya telah menerapkan program Merdeka Belajar
Senada dengan Kepsek, guru – guru menyampaikan keluhannya, mulai dari keberadaan aula sekolah yang belum ada, fasilitas praktek olahraga yang belum memadai, RKB yang masih kurang, tenaga kependidikan dengan status honorer yang masih belum sejahtera, TPP yang masih belum merata
antara guru sertifikasi dan non sertifikasi, pembayaran tunjangan sertifikasi yang kadang terlambat.
Menanggapi semua aspirasi guru, Sudarmanto Saeka menegaskan jika dirinya bukan eksekutor tetapi sebagai wakil rakyat, tugasnya adalah menyerap semua aspirasi para guru dan tenaga kependidikan untuk dibawa ke Sidang Paripurna DPRD Sultra.
Menyangkut Sarana dan Prasarana serta kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, SS yang juga merupakan mantan guru dan dosen berjanji akan mempertanyakan ke dinas terkait dan akan mencarikan solusi terhadap bermacam persoalan yang masih membelit dunia pendidikan Sultra saat ini.
“Saya tidak mau berjanji karena saya takut akan di cap sebagai pembohong kalau tidak bisa menepatinya, tetapi saya berani katakan bahwa persoalan teman – teman adalah persoalan kita bersama dan saya akan membawa semuanya ke Sidang Paripurna untuk kemudian dicarikan solusi tentu dengan mengedepankan mana skala prioritas”, kata Sudarmanto Saeka pada Kamis Siang di SMAN 6 Kendari.
Dirinya yang pernah memimpin sebuah perguruan tinggi di Kota Kendari, sangat memahami masalah – masalah kependidikan. Salah seorang tenaga kependidikan dengan status honorer mengatakan bahwa honor mereka sampai saat ini hanya berada di angka 500 rb.
Menanggapi hal tersebut, SS sempat kaget sebab sepengetahuannya, gaji honorer untuk Provinsi Sultra itu sudah mencapai 1,5 juta rupiah.
“Ini tugas saya, saya akan pertanyakan kenapa gaji honorer masih belum merata, ada yang 500 rb dan ada yang 1,5 juta padahal sama – sama honorer provinsi yang di SK kan oleh Gubernur Sultra.
Menutup kegiatan reses, SS mengatakan bahwa masalah yang ada di SMAN 6 Kendari adalah masalah yang sama dengan sekolah lain. Tentu untuk mengatasi, dirinya seorang diri tidak cukup, dibutuhkan dukungan dari semua pihak khususnya para guru. Sebab majunya pendidikan Sultra adalah semua pihak, tugas guru, tugas siswa, tugas pengambil kebijakan dalam hal ini eksekutif dan legislatif.
Reporter : Nuzul
Editor : Aco RI
















