Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Warga Sultra Minta Perhatian Jokowi soal Jalan Kendari-Motaha Rusak Parah dan Telan Korban Jiwa

×

Warga Sultra Minta Perhatian Jokowi soal Jalan Kendari-Motaha Rusak Parah dan Telan Korban Jiwa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Kendari — Sulawesi Tenggara (Sultra) yang merupakan ruas jalan kewenangan provinsi rusak parah dan berlubang selama 4 tahun terakhir. Warga meminta perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kondisi ini.

Akibat jalan rusak itu, sudah empat tahun warga menderita menghirup debu hingga menelan korban jiwa.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Ruas jalan yang merupakan kewenangan provinsi ini sudah lebih dari empat tahun dalam kondisi rusak. Sehingga, pintu rumah miliknya tak pernah dibuka karena debu masuk. Hal ini disampaikan langsung oleh warga Desa Amotowo, Kecamatan Landono bernama Turi Sanjaya.

“Parah, kita ini sudah empat tahun tidak pernah buka pintu rumah karena masuk debu. Dampaknya dari jalan rusak ini semakin parah karena sudah membentuk kubangan saat hujan dan membuat debu bertebaran saat kemarau,” kata Turi, Selasa (09/05/2023).

Ia pun meminta perhatian kepada Presiden Jokowi dan pemerintah pusat agar jalan tersebut segera diperbaiki.

Baca Juga :  Tanjakan Tumbu Kembali Telan Kecelakaan, Mobil Terguling di Jalur Ekstrem, Warga Desak Pemprov Sulsel Segera Bertindak

“Pak Jokowi perhatikanlah kami ini yang di bawah. Kami mendambakan jalanan yang bagus dan beraspal sebagai bukti kami menikmati hak kami dari hasil kemerdekaan. Karena belum ada perbaikan sama sekali,” harapnya.

“Pak Jokowi, ada Jalan Poros Kendari-Motaha lebih dari 4 tahun sudah dalam kondisi rusak. Sebagai warga yang mengalami mandi debu kami minta perhatian Pak Jokowi dan pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia menerangkan selama 4 tahun terakhir ini, ruas jalan tersebut belum pernah tersentuh aspal. Akibatnya, kecelakaan kerap terjadi bahkan menelan korban jiwa.

“Sudah ada korban meninggal gara-gara jatuh lewati jalan berlubang. Kejadian itu itu terjadi di Desa kami pada Sabtu (19/11/2022) lalu,” ucapnya Turi.

Hal itu dibenarkan juga oleh Sekretaris Desa Amotowo, Laode Tonaha bahwa benar ada korban jiwa akibat ruas jalan rusak itu.

“Iya benar ada yang meninggal. Pengemudi meninggal dan ibunya luka-luka,” tutupnya. (Red).

Tanggapi Berita Ini