
Faktual.Net, Kendari, Sultra — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) gelar dialog yang bertempat Warkop 46, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Sabtu malam (08/4/2023).
Kegiatan ini bertajuk “Resesi Global: Nasib Transisi Ekonomi Hijau (Green Economy) di Sulawesi Tenggara”
Dengan menghadirkan dua narasumber Dekan FEBI UMK Syamsul Anam, S., M.Ec Dev dan Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, LM. Rajab Jinik D. Sos., M.Hum dan dipanduh oleh Ketua Umum PK IMM FEBI UMK, Dirman.
Sebagai informasi, ekonomi hijau merupakan gagasan perekonomian yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan, menciptakan inklusivitas global, dan mengurangi risiko kerusakan lingkungan.
Di tengah ancaman resesi, penerapan ekonomi hijau (green economy) dinilai dapat menjadi jawaban untuk penguatan ekonomi global.
Syamsul Anam mejelaskan bahwa krisis ada dua yaitu energi dan pangan yang ditransmisi oleh keuangan sampai ke masyarakat. Problem yang paling penting adalah bertemunya dari semua anasir krisis-krisis itu
dan pemerintah hari ini memiliki PR yang sangat besar terkait hal ini.
Rencana jangka panjang, masi kata dia, Amerika (American Dream) untuk Indonesia namanya RPJP yang disusun sekarang namun berisi berbagai macam dinamika dimasa yang akan datang seperti permasalahan pangan.
Dia menyarankan bahwa energi terbarukan RPJP harusnya mampu mengcover transmisi dari energi fosil ke energi terbarukan. Pertama soal tata ruang harus diatur dan Residence pemukiman. Pemerintah apakah sudah menyiapkan upaya terkait emisi karbon ia harus dikelola dan dimuat dalam RPJP.
“Anak muda harus mengharuskan dengan mereduksi karbon dalam kehidupan kita. Mengurangi emisi karbon dan menjaga agar tidak terjadi pemanasan global,” imbuhnya. Perbaiki perilaku pribadi kita agar peduli terhadap lingkungan dan aktifitas karbon dan membantu pemerintah terkait RPJP,” ucapnya.
“Kita yang hari ini sebagai kaum intelektual memberikan masukan-masukan kepada pemangku jabatan, sebagai manusia bagaimana menata diri,” sambungnya
Sementara itu, LM. Rajab Jinik D. Sos., M.Hum Rajab Jinik membahas soal lingkungan ekonomi terkait pengelolaan ekonomi demi keberlangsungan lingkungan. resesi adalah bagian dari dampak ekonomi dunia.
“SDA kita melimpah tapi tidak berpihak ke kita, Dalam prosesnya tidak berpihak pada lingkungan melainkan koorporatif dan individu yang kemudian dampaknya kepada kita bahkan anak cucu kita ke depan,” ucap Mahasiswa alumni UHO ini.
Menurut Rajab, Relevansi antara teori lingkungan dan dimanifestasikan dalam penyusunan RPJP maupun kebijakan pemerintah. Bagaimana ekonomi dunia mempengaruhi negara berkembang. Bagaimana proses pemanfaatan lingkungan berpihak kepada Masyarakat
“Memanfaatkan lingkungan bagi ekonomi tanpa merusaknya yg kemudian menjadi PR kita bersama bukan hanya bagi pemerintah,” ujarnya.
“Saya menantang teman-teman mahasiswa untuk memberikan masukan kepadanya sebagai Pemerintah terutama terkait RPJP atau revisi RTRW itu sendiri karena jika menunggu dari mereka maka akan lebih besar kepentingan politiknya,” sambungnya.
Diakhir kegiatan, Ketua Panitia Lucky R. Kusama mengucapkan terimakasih kepada kehadiran dua narasumber dan kerja sama panitia yang telah berdedikasi untuk meyukseskan kegiatan dialog publik tersebut.
“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat untuk terus menghidupkan laboratorium intlektual mahasiswa dan terus merawat kebersamaan kita agar tetap aktif,” harapnya.
Penulis: Kariadi















