Example floating
Example floating
Nasional

The 2nd International Seminar & Roundtable Meeting “Profesional Chinese Teaching” in South Asia

×

The 2nd International Seminar & Roundtable Meeting “Profesional Chinese Teaching” in South Asia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Jakarta. Pada hari Kamis (24/11) Confusius Institute (Pusat Bahasa Mandarin Universitas Al Azhar Indonesia) mengadakan webminar The 2nd International Seminar & Roundtable Meeting “Profesional Chinese Teaching” in South Asia. Webminar berlangsung dari pukul 09.00 – 17.00 wib.

Secara geografis negara-negara di Asia Tenggara dan Tiongkok terletak pada benua yang sama. Sejak zaman dahulu negara-negara di Asia Tenggara memiliki hubungan yang erat dengan Tiongkok.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Pada tahun 2020, wabah Covid yang melanda dunia telah memberikan dampak yang signifikasi di beberapa bidang. Dalam bidang bahasa Mandarin baik di Asia Tenggara maupun di Tiongkok pandemi memunculkan banyak tantangan dan peluang baru. Hal ini penting untuk didiskusikan dan dihadapi dengan serius.

Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran bahasa Mandarin profesional, serta berperan aktif dalam merealisasikan kebijakan “Belt and Road Initiative”.

Tema webminar adalah : “The Past, Present and Future Development Programs of International Chinese Language Education from the Asian Prespectives”.

Program Pengembangan Pendidikan Bahasa Cina Internasional Masa Lalu, Sekarang & Masa Depan dari Perspektif Asia.

Seperti dikutip dari laman International Affairs Office UAI bahwa setelah tiga tahun absen,
The 2nd International Seminar & Roundtable Meeting “Profesional Chinese Teaching” in South Asia kembali digelar. Diselenggarakan oleh Confucius Institute University Al-Azhar Indonesia, Chinese Department UAI dan ICCS Fujian Normal University, seminar hybrid ini diadakan di Jakarta, tepatnya di Auditorium Arifin Panigoro UAI, pada Kamis, 24 November 2022.

Seminar dihadiri oleh berbagai pihak dari berbagai perguruan tinggi tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari beberapa perguruan tinggi di negara anggota ASEAN. Dibuka dengan Pentas Beladiri Indonesia oleh Sanggar Beladiri Al-Azhar dan Tari Saman Tradisional Indonesia, juga oleh Al -Azhar Saman Dance Studio.

Seminar ini merupakan kerjasama antara Universitas Al-Azhar Indonesia dan Fujian Normal University melalui Confucius Institute, merupakan bentuk nyata peningkatan dan pengembangan kualitas pengajaran profesional khususnya bahasa Mandarin di Asia Tenggara. Dalam kesempatan tersebut dihadirkan 9 (sembilan) pembicara dengan latar belakang pengajar profesional memaparkan hasil penelitian dan prosedur pengajaran bahasa Mandarin di berbagai negara, seperti Indonesia, Singapura, Thailand, China, Malaysia, dan Filipina.

Seperti dikatakan oleh Prof Jiang Xingshan, Dean International College of Chinese Studies Fujian Normal University dalam sambutannya, di era inovasi intelektual seperti ini, bahasa telah menjadi mata pelajaran interdisipliner yang harus dipelajari oleh orang-orang untuk memahami latar belakang multikultural. Berpijak pada landasan tersebut, Prof. Dr. Fasli Jalal, Sp.GK., Ph.D., Rektor Universitas YARSI dalam sambutannya menambahkan menjadi landasan utama masa reformasi untuk mengembangkan kembali Bahasa Mandarin baik pada tataran formal maupun non formal, tingkat formal dalam berbagai kelompok.

Baca Juga :  Polri Perkuat Rekrutmen Inklusif bagi Penyandang Disabilitas, Seleksi Disesuaikan dengan Kompetensi dan Kebutuhan Jabatan

Disupport oleh Sekretariat Negara, Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia serta para relawan, enam Lembaga Confusius dibentuk di Indonesia, juga dikenal sebagai “Pusat Kebudayaan Mandarin” di Jakarta. Saat ini Confucius Institute telah memiliki 10 titik pengajaran yaitu di Universitas Al-Azhar Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas BINUS, Perguruan Tinggi Xinya Tarumanegara, Universitas Darma Persada, Sekolah Bahasa POLRI, Universitas IBI-KKG, SMP Yakobus dan SMK Perguruan Cikini.

Adapun nara sumber pada seminar tersebut berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Cina :

1. Guan Nan, BA, M.Pd., Ph.D, Direktur Bidang Penelitian dan Sosial Kemasyarakatan Universitas Bunda Mulia.

2. Dr. Hermina Sutami, Guru Besar Universitas Indonesia.

3. Dr. Herman, B.Ed., MTCSOL., Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Budaya Universitas Universal.

4. Elisa Christiana, BA, MA, M.Pd., Dosen Universitas Kristen Petra.

5. Malaysia : Dr. Yap Teng Teng, Dosen Sekolah Bahasa dan Linguistik, Universitas Malaya, Direktur Magang Mahasiswa dan Ketenagakerjaan, Penasihat Doktoral.

6. Singapura : Dr. NEO Pengfu, Ph.D., Direktur Institut Konfusius di Universitas Teknologi Nanyang.

7. Thailand : Prof. Dr. Kanokporn Numtong, Wakil Presiden Universitas Kasetsart Administrasi Fakultas Humaniora, Profesor dan Penasihat Doktoral.

8. Filipina : Dr. Cavin F. Pamintuan, Direktur Institut Konfusius di Angles University Foundation Philipine, 2022 Penerima Penghargaan Kontribusi Utama “China-Filippines Mutual Understanding Award”.

9. Cina : Dr. Li Baogui, Dekan Sekolah Tinggi Pendidikan Internasional LNNU, Profesor, Penasihat Doktoral.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Si. Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia, Prof. Jiang Xingshan, Dekan International College of Chinese Studies Fujian Normal University, Prof. dr. Fasli Jalal, Sp.GK., Ph.D., Rektor Universitas YARSI, dan Bapak Murni Djamal, Vice President Confucius Institute Universitas Al-Azhar Indonesia, Feri Ansori Kepala Prodi Bahasa Mandarin UAI.

Reporter: Lili

Tanggapi Berita Ini