Faktual.Net, Konawe, Sultra. Bencana banjir yang melanda Asinua Tua dan Latoma telah mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi masyarakat. Penyaluran bantuan terkendala rusaknya infrastruktur jalan. Hal tersebut disampaikan oleh Djuanda. S.Sos Kepala UPTD Dinas Pengendalian Penduduk Dan KB Kecamatan Asinua/Koordinator Lapangan Penyuluh KB.
Dikatakannya bahwa akibat bencana berdampak pada kerugian materi, rumah rusak, hewan ternak banyak yang mati/hilang, infrastruktur umum khususnya jalan banyak yang rusak.
“Kerugian akibat banjir kali ini sangatlah besar, jalan rusak parah, ratusan rumah penduduk rusak, hewan ternak warga banyak mati , sebagiannya lagi hilang, mungkin saja hanyut terbawa banjir”, ungkap Djuanda saat ditemui oleh faktual.net pada Ahad, 16/6/2019 di Konawe.
Djuanda menyebutkan bahwa keinginan banyak pihak untuk terlibat aktif turut membantu masyarakat terdampak bencana terkendala rusaknya jalur transportasi yang menghubungkan antara ibukota kabupaten dengan Latoma dan Asinua, selain itu masyarakat terdampak bencana juga sulit untuk ditemui sebab mayoritas mereka mengungsi kegunung dan parahnya lagi, jaringan telekomunikasi terputus.
“Pihak pemerintah dan swasta bersatu padu membantu korban, tetapi kami terkendala dengan jalur transportasi yang rusak, saluran telekomunikasi yang terputus serta sulitnya untuk menemui masyarakat secara langsung karena mereka mengungsi ke gunung”, sebut Djuanda.
Dia menyebutkan bahwa banjir tahun ini memang lebih berat dampaknya dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan jauh lebih parah akibat luapan debit air sungai Konaweha yang sangat besar.
“Saya cuma berharap kepada masyarakat agar musibah ini dijadikan pembelajaran. Tentu ada hikmah dibaliknya”, tutupnya.
Reporter : Gebye Marini/Aco RI
















