
Faktual.Net, Buteng, Sultra – Maraknya kasus pencurian sapi semakin membuat resah masyarakat Mawasangka, khususnya para peternak. Tiga tahun belakangan, ratusan sapi milik warga hilang dicuri. Dimana korban terbaru menimpa warga Kelurahan Watolo Langkahali, awal April lalu.
Hal itu dipertegas Ketua Aliansi Peternak Sapi (Alpersa) Mawasangka Amudin Buys, Rabu (04/05). Ia mengaku, kasus ini sudah lama dan sering terjadi, tetapi para pelaku masih belum tertangkap. Padahal, pihaknya sudah bertemu dan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.
“Sebelumnya, sudah dibentuk wadah para peternak untuk mengumpulkan bukti-bukti serta keterangan korban. Juga sudah dilakukan pertemuan bersama Camat, Danramil serta Kapolsek agar kasus ini bisa segera diusut,” ungkapnya.
Tujuannya, lanjut Buys, agar penyelidikan kasus ini bisa segera dilakukan dan para pelaku bisa segera tertangkap. Karena jika tidak, masyarakat yang dirugikan akan semakin bertambah.
“Jangan sampai warga hilang kesabaran dan terpaksa mengambil tindakan sendiri. Olehnya itu, kepolisian harusnya lebih serius dan tanggap dalam mengungkap kasus ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, seharusnya tidak sulit mengungkap kasus ini. Karena bukti-bukti yang dikumpulkan warga sudah cukup terang untuk membantu kepolisian. Selain itu, banyak warga juga bersedia memberi keterangan dan kesaksian.
“Dengan bukti-bukti yang ada, tidak sulit mengungkap siapa otak dari sindikat pencuri sapi beserta jejaring pendukungnya. Asalkan ada keseriusan dari kepolisian untuk mengungkap kasus ini,” tegasnya. (Red).















