oleh

98 Pedagang Pasar Kober Ikuti Swab Test

Faktual.Net, Jakarta-98 pedagang Pasar Kober, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara mengikuti kegiatan swab test, di halaman balai warga RW 08, Kelurahan Papanggo, Rabu (08/07/2020).

Lurah Papanggo, Maryono menuturkan, swab test yang dilakukan ini merupakan hasil kolaborasi Kelurahan Papanggo, Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok dan Puskesmas Kelurahan Papanggo.

“Kegiatan hari ini swab test di Pasar Kober Papanggo. Totalnya ada 98 pedagang yang ikut,”kata Maryono.

Ia berharap, swab test ini dapat menciptakan suasana nyaman bagi pedagang dan pembeli di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi. Oleh sebab itu, para pedagang diminta kooperatif menjalani swab test ini demi mutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Baca Juga :  Anggota Komisi C Sambangi Warga Rawa Badak Utara

“Harapan saya kegiatan ini bisa meminimalisir penyebaran COVID-19,” katanya.

Diterangkan lagi oleh Maryono, sebelum kegiatan ini dilakukan pihaknya melakukan rapat terlebih dahulu.

“Dihadiri Puskesmas Kecamatan dan Puskesmas Kelurahan Papanggo juga pengelola pasar. Tujuannya agar hasil rapat bisa disampaikan kepada pedagang sebagai bentuk sosialisasi dan sekaligus memberikan edukasi manfaat dari pemeriksaan kesehatan tersebut,” tambahnya.

Sementara Kepala Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok dr.Ahrahayati Wildany mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya, menurunkan sebanyak 18 orang, terdiri dari  dokter, tenaga paramedik dan administrasi.

“Pelaksanaan kegiatan sesuai Surat Edaran Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara No. 016/2020 tentang Testing COVID-19 Masal di Pasar.

“Untuk itu diadakan test masal di pasar-pasar, dikarenakan salah satu potensi klaster virus COVID-19 . Saat ini Active Case Finding (ACF)  atau temuan kasus aktif berada di pasar,” katanya.

Baca Juga :  Kelurahan Cilincing Terima Bantuan Wastafel Portabel

Ahrahayati kembali menerangkan, dengan ikutnya pedagang dalam swab test ini agar lingkungan pasar aman dari Covid-19, karena saat ini Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara sedang gencar melaksanakan TLI, yakni test, lacak, isolasi dan membangun perilaku publik untuk melaksanakan 3 M.

“Ke 89 pedagang bukan hanya didata pribadinya, tetapi juga didata dengan memakai form Penyelidikan Epidemiologi (PE). Tujuannya agar diketahui apakah pedagang tersebut mempunyai penyakit penyerta ataupun lainnya,” tuturnya.(Amin)

 

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :