Faktual.Net,Tidore,Malut. Sebanyak 100 warga Kota Tidore Kepulauan menjadi target penerima manfaat dalam program bakti sosial operasi katarak gratis yang digelar Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM). Program kemanusiaan ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan karena dinilai mampu membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan mata yang lebih baik.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, saat menerima kunjungan rombongan Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM di rumah eks Kediaman Gubernur Irian Barat, Kelurahan Tomagoba, Senin (3/8/2026) sore.
Dalam pertemuan itu, Ahmad Laiman menyebut bakti sosial operasi katarak merupakan bentuk kepedulian nyata dunia akademik terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat, sekaligus menjadi bukti sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Kegiatan bakti sosial operasi mata katarak yang dilaksanakan Fakultas Kedokteran UGM bekerja sama dengan Rumah Sakit Daerah Kota Tidore Kepulauan tentu akan sangat membantu masyarakat. Atas nama Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, kami menyampaikan terima kasih serta apresiasi yang setinggi-tingginya dan mendukung penuh kegiatan ini,” ujar Ahmad Laiman.
Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan UGM tidak berhenti pada pelaksanaan operasi katarak semata, tetapi dapat terus berlanjut melalui berbagai program di bidang kesehatan, pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak manfaat yang bisa dirasakan masyarakat Kota Tidore Kepulauan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM, Prof. dr. Muhammad Bayu Sasongko, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM secara rutin melaksanakan program pengabdian masyarakat di berbagai daerah, khususnya wilayah kepulauan yang masih memiliki angka gangguan penglihatan dan penyakit katarak cukup tinggi.
“Bakti sosial ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2026, di Rumah Sakit Daerah Kota Tidore Kepulauan. Pada kegiatan kali ini kami menargetkan sebanyak 100 pasien katarak untuk mendapatkan penanganan melalui tindakan operasi yang dilaksanakan pada hari yang sama,” jelas Prof. Bayu.
Program tersebut diharapkan mampu mengembalikan kualitas penglihatan para pasien sekaligus menjadi langkah nyata memperluas akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Reporter: Sarif















