“Bakat Anak Didik Harus Diajarkan untuk Memuliakan Tuhan,” ujar Kepala Sekolah.
Faktual.net – Jakarta – Sejak awal tahun 2024 hingga pertengahan 2025, siswa SMP Mahanaim berhasil meraih tidak kurang dari 12 prestasi di berbagai kompetisi tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan bakat yang dirancang secara terarah sekolah mampu mengangkat potensi peserta didik ke level yang lebih tinggi.
Salah satu bintang muda sekolah adalah Yuanitha Margaretha dari Kelas 9 yang menggebrak dunia tinju amatir. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, ia berhasil meraih tiga gelar juara 1 berturut-turut, termasuk di ajang Kejurnas Tinju Amatir yang digelar di Palu pada Oktober 2025.
“Semua prestasi ini bukan hanya hasil kerja keras siswa, tapi juga dukungan penuh dari pelatih, orang tua, dan sistem pembelajaran yang menyatu dengan pembinaan karakter,” ujar Kepala Sekolah Markus Manulang yang telah memimpin sekolah sejak 2014.
Tak hanya di cabang olahraga, potensi siswa juga terlihat di bidang akademik. Elyoenai Marpaung dari Kelas 8 meraih juara 3 Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang IPS tingkat Kota Bekasi pada Mei 2024. Sementara itu, tim taekwondo sekolah mencatatkan lima prestasi bergengsi, termasuk tiga gelar juara 1 di ajang CNN Indonesia Taekwondo Championship 2024 – Piala Menpora.
Program ekstrakurikuler yang beragam menjadi landasan utama bagi kemunculan prestasi-prestasi tersebut. Dengan menyediakan 15 hingga 20 kegiatan yang mencakup bidang akademik, olahraga, seni, dan teknologi, sekolah memastikan setiap siswa memiliki kesempatan untuk menemukan dan mengembangkan talenta mereka.
“Kami tidak hanya fokus pada satu bidang saja. Baik itu matematika, IPA, sepak bola, renang, atau seni – semua potensi diperhatikan dan dibina dengan serius. Tujuan utama kami adalah agar anak-anak belajar menggunakan bakat yang diberikan Tuhan untuk memuliakan-Nya,” jelas Markus.
Dengan jumlah siswa lebih dari 300 orang dan rasio 24 siswa per kelas, sekolah mampu memberikan perhatian pribadi pada setiap peserta didik. Dukungan dari lebih dari 30 tenaga pendidik dan pelatih juga menjadi modal penting dalam membimbing siswa meraih prestasi.
Selain kompetisi luar, sekolah juga menyelenggarakan Pekan Seni secara rutin untuk seluruh jenjang dari TK hingga SMA. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan diri, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengembangkan kreativitas sebelum berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat program ini. Harapan kami, setiap anak yang keluar dari sini tidak hanya berprestasi, tapi juga memiliki karakter yang kuat dan takut akan Tuhan,” pungkas Markus. (Red/JS)


















