Yang Terjadi Jika Kotak Kosong Menang Di Pilwali Makassar

53

Faktual. Net, Makassar. Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota  Makassar, Sulawesi Selatan, akan diulang jika memang hasil resmi rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar menunjukkan calon tunggal kalah suara dari kotak atau kolom kosong.

Hasil hitung cepat atau quick count di pemilihan wali kota Makassar sejauh ini menunjukkan pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Ciccu) kalah dari kotak kosong.

Pasangan ini meraih sekitar 46% suara sementara kotak kosong didukung oleh sekitar 53% suara, menurut beberapa hasil hitung cepat  yang dirilis pada Rabu, 27 Juni 2018.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi, mengatakan jika pasangan calon tunggal kalah di pilkada, maka pilkada harus diulang.

“Pemilihan di daerah tersebut akan diikutkan pada pilkada serentak berikutnya,” kata Pramono.

Putaran berikutnya Pilkada serentak adalah pada 2020.

Karena calon tunggal kalah, maka akan ditunjuk pejabat yang akan menjalankan pemerintahan di daerah tersebut, sampai digelar lagi pilkada.

Tadinya pilkada di Makassar diikuti oleh dua pasangan calon, namun pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari dinyatakan gugur.

Pasangan petahana ini antara lain dinyatakan ‘menyalahgunakan wewenang dalam proses pencalonan’.

Calon yang kalah oleh kotak kosong ini masih dibolehkan untuk maju lagi di pilkada berikutnya.

“Itu akan menjadi pilkada yang baru, dengan peta kekuataan yang baru, karena sistemnya didasarkan pada hasil pemilu 2019, jadi calon yang kalah (di Pilkada 2018) tetap diperbolehkan untuk maju lagi,” jelas Pramono.

Berdasarkan data KPU, ada 16 pilkada 2018 yang diikuti oleh kotak kosong.

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :