Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
BeritaEdukasiHeadlineMetropolitanNasionalPemerintahan

Wartawan Online Ngaku Leher Dibengkek Oleh Lurah Sungai Bambu Jakut Akhirnya Berdamai

44
×

Wartawan Online Ngaku Leher Dibengkek Oleh Lurah Sungai Bambu Jakut Akhirnya Berdamai

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
faktual.net,Jakarta – Seorang wartawan media online pelitaekspres.com, Wibowo mengaku Lehernya Dibengkek pada acara pergantian Tahun 2025 ke 2026, Rabu (4/12/2025) tahun lalu, di Mal Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara, akhirnya Berdamai juga.

Wibowo (bowo)(58), yang berselisih dan mengaku Dibengkek lehernya oleh Lurah Sungai Bambu, Saiful Anwar, saat meliput kegiatan Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara dalam rangka penyambutan Tahun Baru 2026, pada Rabu malam, 31 Desember 2025, Resmi berdamai, pada Sabtu (3/1/2026).

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Kejadian tersebut terjadi saat Bowo yang menyaksikan Pesta Menyambut Pergantian tahun yang juga dihadiri oleh Unsur Pemerintahan Kota Administras Jakarta Utara, yang dinilai meninggalkan kesan diduga Kurang konsistennya Masyarakat dan Forkopinko dengan himbauan Gubernur Provinsi Jakarta Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M, yang menghimbau perayaan Malam Tahun Baru 2026 tidak berlebihan sebagai bentuk empati dan solidaritas nasional atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Pulau Sumatra dan Aceh.

Baca Juga :  Hasil Anggota FKDM se-Jakarta Tuai Pertanyaan, Begini Penjelasan Kaban Kesbangpol DKI Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan kebijakan itu berlaku menyeluruh, baik untuk kegiatan yang diselenggarakan pemerintah maupun swasta.

Tapi kenyataannya himbauan tinggal himbauan saja, masyarakat tetap merayakan jelang pergantian tahun dengan Euforia dengan kembang api dan petasan serta pagelaran musik.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan terkait efektivitas sosialisasi dan pengawasan kebijakan larangan tersebut, sekaligus mencerminkan kurangnya tingkat kepatuhan sebagian masyarakat terhadap imbauan pemerintah daerah. Padahal, kebijakan ini mengandung nilai moral, yakni mengajak masyarakat untuk mengedepankan kepedulian sosial dan empati di tengah duka yang dialami saudara sebangsa.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung kebijakan tersebut agar perayaan Tahun Baru 2026 berlangsung tertib, aman, dan bermakna, tidak sekadar euforia, melainkan menjadi momentum refleksi dan solidaritas nasional.(zul/tim).

Tanggapi Berita Ini