Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemerintahan

Eceran di Bungaya dan Paranglompoa Tembus Rp20.000 per Liter, Warga Minta Pemkab Gowa Turun Tangan

×

Eceran di Bungaya dan Paranglompoa Tembus Rp20.000 per Liter, Warga Minta Pemkab Gowa Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net,Gowa,Sulsel — 23 Maret 2026, Harga bahan bakar minyak (BBM) di tingkat pengecer di Kecamatan Bungaya dan wilayah Paranglompoa, Kabupaten Gowa, dilaporkan melonjak tajam hingga mencapai Rp17.000 sampai Rp20.000 per liter.

Lonjakan ini memicu keresahan luas, terutama di kalangan masyarakat kecil yang bergantung pada BBM untuk aktivitas sehari-hari.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Warga di sejumlah titik mengaku tidak memiliki alternatif selain membeli BBM dari pengecer. Akses ke SPBU yang jauh serta kondisi geografis yang menantang membuat distribusi BBM tidak merata dan memaksa masyarakat membeli dengan harga tinggi.

“Terpaksa beli di pengecer, tidak ada pilihan lain. Tapi sekarang harganya sudah sampai Rp20.000 per liter,” ungkap seorang warga di Paranglompoa.

Kenaikan harga ini berdampak langsung pada beban ekonomi masyarakat. Biaya transportasi meningkat, harga kebutuhan pokok ikut terdorong naik, dan aktivitas usaha kecil semakin tertekan. Petani dan pedagang menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari lonjakan tersebut.

Baca Juga :  Bangun Dunia Kerja Inklusif, Kemnaker Dukung Perusahaan Serap Tenaga Kerja Disabilitas

Situasi ini juga memunculkan dugaan adanya praktik permainan harga oleh oknum pengecer yang memanfaatkan lemahnya pengawasan serta keterbatasan distribusi BBM di wilayah tersebut.

Warga berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa bersama dinas terkait segera turun tangan melakukan pengawasan dan penertiban di lapangan. Masyarakat mendesak langkah konkret untuk menstabilkan harga dan memastikan distribusi BBM berjalan adil hingga ke pelosok.

“Pemerintah harus hadir dan bertindak tegas. Jangan biarkan masyarakat kecil terus terbebani,” tegas warga.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, lonjakan harga BBM di Bungaya dan Paranglompoa dikhawatirkan akan semakin memperparah tekanan ekonomi masyarakat serta memperlebar kesenjangan akses energi di wilayah pedesaan Kabupaten Gowa.

Reporter : Sattu

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit