oleh

Ucapan Kasatpol PP DKI Jakarta Bangunan di Danau Sunter Liar Tidak Tepat


Faktual.Net, Jakarta utara – ucapan kasatpol pp DKI Jakarta yang dikutip dari berbagai media pasca pembongkaran bangunan di kawasan danau sunter Liar tanpa Ijin menyisakan Sanggahan dari pedagang danau.

Barno seorang pedagang yang sudah bertahun berusaha di kawasan danau sisi timur mengungkapkan kekesalannya karena ucapan Kasatpol PP Arifin, bahwa keberadaan bangunan dannoedagangbdi danau sunter liar dan tidak berijin.

“kalo bicara di media ya harus sesuai dong dengan kenyataannya, apalagi beliau itu pejabat pemda, sudah semestinya satu bahasa dengan instansi terkai lainnya,” ucap Barno.

Barno menuturkan selasa(14/9), keberadaan pedagang maupun kafe danau sunter dibawah binaan koperasi kppop (Koperasi Pembina Profesi dan Olah Raga Air), dimana mereka membayar retribusi tiap tahun, dan keberadaan mereka Resmi.

“kami dibina oleh koperasi ppop dan setor retribusi ke koperasi, serta pendirian bangunannya juga  diketahui pihak koperasi, kalo retribusinya berbeda jumlahnya, dan ada bukti pembayaran,” ucapnya.

Baca Juga :  Tempatkan Personel di Dermaga Keberangkatan Polres Kep Seribu Terus Himbau ProKes

Barno menambahkan keberadaan usaha dan penataan  dikawasan danau sunter jadi sorotan saat ada event Pejabat berenang di danau sunter yaitu,  Susi Pudjiastuti  Menteri Kelautan dan Perikanan dengan Wagub DKI saat itu Sandiaga uno.

“waktu itu menteri susi dan pak wagub ada event berenang disini, dan saat itulah gencar berita ada penataan danau, dan juga ditahun yang sama penggunaan lahan berakhir,” katanya

Rian selaku juru parkir (jukir) mengungkapkan hal yang sama, bahwa keberadaan pedagang dan pengelolaan parkir di kawasan danau sunter dibina oleh koperasi kppop , dan setelah masa pengggunaan lahan selesai, parkir ditangani langsung UP Parkir DKI Jakarta.

“kami pengelola parkir setor ke ke koperasi kppop pertahun, dan setelah 2019 beralih ditangani langsung oleh up.parkir,” terang Rian saat menyaksikan pembongkaran(14/9).

Baca Juga :  Serda Rusli Anggota Kodim 1424 Sinjai Ikuti Pelatihan Pertanian

Rian dan Barno sangat kecewa dan sedih karena penertiban dan pembongkaran dilakukan pada masa pandemi covid-19, yang sulit dalam perekonomian.

Lurah Sunter Jaya Eka Persilian menjelaskan melalui WhatsApp. bahwa Sebelumnya ada PKS antara BPAD dan KPPOP terkait penggunaan sebagian lahan danau, namun kontraknya sudah habis di Tahun 2019.

“Saat ini proses penataan dulu sesuai dengan master plan dari Dinas SDA
Nanti kawasan dikelola pemda,” tuturnya.

Dikutip dari tulisan diberbagai media, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan, pembongkaran ini dilakukan karena bangunan permanen dan semi permanen yang dijadikan restoran dan kafe tersebut tidak memiliki izin dari instansi terkait.

“Ini bangunan-bangunan yang digunakan untuk kafe, restoran, dan lain sebagainya yang berdiri tanpa izin,” kata Arifin, di lokasi.(zul)

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :