Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Donasi Ayu dan Swadaya Warga Selamatkan Tanjakan Bolaromang, Sopir: “Selama Ini Kami yang Menanggung Risiko”

×

Donasi Ayu dan Swadaya Warga Selamatkan Tanjakan Bolaromang, Sopir: “Selama Ini Kami yang Menanggung Risiko”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Gowa, SulSel – 4 Maret 2026, Bertahun-tahun rusak parah dan dibiarkan tanpa penanganan, jalan tanjakan di Dusun Bolaromang, Kecamatan Tombolopao, akhirnya dicor beton.

Perbaikan ini terwujud dari donasi Ayu yang didukung penuh oleh swadaya warga—termasuk para sopir yang selama ini menjadi pihak paling terdampak.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Jalan tersebut selama ini dikenal sebagai titik ekstrem, saat hujan, permukaannya berubah menjadi licin dan berlumpur, membuat kendaraan terutama yang bermuatan kesulitan menanjak.

Tidak sedikit sopir yang harus menghentikan perjalanan, bahkan menanggung kerugian akibat kendaraan tergelincir atau gagal melintas.

“Sudah lama sekali parah. Kami sopir ini yang paling terasa dampaknya. Risiko di jalan ini bukan main,” ungkap salah satu sopir.

Keluhan demi keluhan selama ini tidak membuahkan perbaikan. Jalan yang menjadi akses vital warga dan jalur distribusi hasil pertanian justru terabaikan.

Baca Juga :  Muh.Kasim Sila Pimpin Pansus Hak Angket DPRD Gowa, Ari Paletteri: Beliau Tahu Apa yang Diinginkan Masyarakat

Melihat kondisi tersebut, Ayu hadir sebagai donatur utama yang memulai langkah konkret. Warga dan para sopir pun tidak tinggal diam—mereka ikut turun tangan, bergotong royong melakukan pengecoran beton secara manual demi memastikan jalan tersebut bisa kembali layak dilalui.

Aksi ini menjadi potret kuat solidaritas di tengah minimnya perhatian terhadap infrastruktur dasar di wilayah pedesaan. Donasi dan tenaga warga menjadi penopang utama perbaikan jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah.

Kini, pengecoran jalan tanjakan Bolaromang tidak hanya memberi harapan baru, tetapi juga menjadi pengingat keras: ketika kondisi jalan sudah “parah” dan membahayakan, masyarakattermasuk para sopir terpaksa bergerak sendiri demi keselamatan dan kelangsungan aktivitas mereka.

( Ayu)

 

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit