oleh

Tunjukan Eksistensi, KKBB Kendari Santuni Ratusan Anak Yatim Piatu

Faktual.Net, Kendari, Sultra – Dalam memperingati tahun baru Islam 1443 Hijriah, Kerukunan Keluarga Baubau Buton (KKBB) Kota Kendari menggelar Pakandeana Anaana Maelu atau menyantuni anak-anak yatim piatu di Pondok Pesantren Al Fitrah Binaan Yayasan Cerdas Sultra, Punggolaka pada Sabtu 21/8/2021.

Kegiatan ini diinisiasi untuk melestarikan budaya yang merupakan tradisi turun temurun leluhur Buton sejak zaman kesultanan hingga pada saat ini. Dalam Alquran pun menyantuni anak yatim adalah sesuatu yang diperintahkan, hal itu terdapat dalam firman Allah Surah Al-Maun ayat 1-7.

Suasana penyerahan kepada Santri dan Anak Yatim oleh Kerukunan Keluarga Baubau Buton.

Ritual ini secara historis di lakukan sebagai upaya mengenang Hasan dan Husain cucu Rasulullah SAW, dua yatim yang terbunuh. Disamping itu ritual ini juga untuk mendoakan Ali Zainal Abidin putra Husain yang masih hidup seusai peristiwa Karbala. Di cekam kesedihan atas kematian ayahnya Ali Zainal Abidin mesti tetap hidup untuk terus mengobarkan kebenaran.

Baca Juga :  Percepatan Vaksinasi, Polsek dan Koramil Wonotunggal Lakukan Jemput Bola

Bagi orang buton, ritual ini adalah bagian dari salah satu tradisi ‘haroah’, suatu tradisi mengundang orang-orang untuk makan bersama sembari berdoa pada hari-hari besar islam.

Ketua KKBB Kota Kendari, Drs. H. Halili mengatakan hal ini mengenang peristiwa yang amat memilukan itu. “Dalam ritual adat ini, kita merefresh ingatan, menyerap makna serta melakukan refleksi atas situasi zaman yang terus mengulangi berbagai kebiadaban dimasa silam” ulasnya.

Ketua KKBB Kota Kendari, Drs. H. Halili juga menyampaikan hadirnya paguyuban tersebut sebagai wadah silahturahmi untuk memperkuat persaudaraan antar sesama warga Kota Baubau di Kendari.

“Paguyuban ini lahir sebagai wujud kekeluargaan masyarakat Baubau di Kendari dalam mempertahankan nilai-nilai tradisi lelulur yang masih terjaga. Selain itu, kita juga bisa bersinergi dengan program Pemerintah Provinsi Sultra maupun Kota Kendari” ujar Eks. Kadis Dukcapil Kota Kendari tersebut.

Baca Juga :  Jembatan Batu Leppa Sinjai Habiskan Anggaran Rp 9 Milyar Abutment Retak

Kegiatan ini dihadiri Drs. Asrun Lio, La Ode Mustari, Prof. Takdir Saili selaku Dewan Pembina dan beberapa anggota lainnya hadir secara virtual melalui zoom meet karena pertimbangan protokol kesehatan ditengah pandemi.

Perlu diketahui, kerukunan ini dibentuk tanggal 19 Juni 2021, dengan jumlah anggota kurang lebih 250 orang. Kepengurusan sudah rampung tinggal pengukuhannya menunggu selesai batas waktu PPKM oleh pemerintah. Pada pertemuan perdana Ketua Umum ditunjuk secara aklamasi oleh 20 orang inisiator yang hadir.

Editor: La Ode Haeruddin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :