Example floating
Example floating
BeritaDaerahHeadline

Trisno Ketum SHI: Dampak Kawasan Industri Terpadu, Pemerintah Daerah Harus Tanggap

×

Trisno Ketum SHI: Dampak Kawasan Industri Terpadu, Pemerintah Daerah Harus Tanggap

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Batang, Jateng – Adanya eskalasi besar-besaran dalam bidang industri memang memberikan keuntungan untuk banyak pihak. Dampak positif adanya gedung-gedung tempat kegiatan industri berlangsung ini antara lain meningkatnya jumlah lapangan kerja, membantu mengatasi permasalahan terkait kemiskinan dan pengangguran, dan menambah pendapatan negara.

Disisi lain, Trisno selaku ketua umum Sahabat Hijau Indonesia (SHI) menuturkan kepada awak media, bahwa selain dari dampak positif, ada juga dampak negatifnya dari pertumbuhan industri di Batang.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“Banyak juga dampak negatif terhadap lingkungan misalnya seperti terganggungnya kebersihan dan munculnya berbagai pencemaran lingkungan menjadi akibat utama tumbuhnya beberapa industri yang tak pelak merugikan masyarakat yang tinggal di daerah sekitar, dan pencemaran pada air dan tanah ini bisa disebabkan oleh limbah-limbah industri, seperti sampah non-organik dan zat-zat kimia sisa proses produksi yang dibuang secara sembarangan oleh pihak pemilik industri,” jelasnya.

Menurutnya, sampah anorganik yang dibuang di tanah dapat diduga mempengaruhi pertumbuhan organisme di dalam tanah (yang berperan pada kesuburan tanah), mengakibatkan tanah tidak lagi gembur dan subur sehingga tanaman enggan tumbuh di atasnya.

Sedangkan sampah, baik padat maupun cair, yang terbuang ke dalam sumber air dapat menimbulkan, misalnya, bau, perubahan suhu, atau pendangkalan sungai. Di samping itu, air tidak lagi sehat untuk digunakan. Ketika penduduk sekitar memaksa menggunakan air yang tercampur limbah tersebut, kemungkinan mereka akan mengalami gangguan pada kesehatannya.

Baca Juga :  Ibadah Hari Kenaikan Yesus Kristus GPIB Agape, Pdt. Pinkan Rey - Cornelis : Jadilah Saksi yang Bertekun dan Percaya pada Waktu Tuhan

Beberapa jenis industri juga melibatkan proses produksi yang menghasilkan asap. Tidak tanggung-tanggung, asap ini membumbung hampir setiap saat apabila pabrik beroperasi sepanjang hari, 24 jam tanpa henti. Asap ini tentu mengandung zat-zat yang sebagian besar berbahaya ketika terhirup oleh masyarakat.

Selain asap, debu yang dihasilkan pun bisa mengakibatkan tercemarnya udara bersih.

Adanya pencemaran udara ini, apapun penyebab khususnya, semakin mempersulit masyarakat sekitar untuk mendapatkan udara bersih untuk bernafas. Berbagai penyakit pernafasan seperti TBC, pneumonia, dan penyakit berbahaya lainnya pun mengancam.

Polusi suara. Kegiatan di industri-indsutri ini seringkali menimbulkan suara-suara yang mengganggu; atau bisa disebut dengan polusi suara. Jika intensitasnya tinggi dan jangka waktunya lama, kebisingan ini dapat menimbulkan gangguan, baik bagi para pekerja maupun masyarakat di dekatnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Sahabat Hijau Indonesia Trisno mengatakan, Untuk mengatasi pencemaran yang merupakan isu lingkungan paling menarik perhatian di kawasan industri, dibutuhkan kerjasama yang baik antara berbagai pihak yang terkait, terutama penyelenggara atau pemilik industri.

“Peran pemerintah daerah untuk membuat regulasi yang berkaitan dengan pemakaian air tanah dan pembuangan sampah sangat diperlukan juga,” pungkasnya.

 

Niko

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit