Faktual.Net, Malut,Tidore. Meskipun sebagian kalangan menuduh Muhammad Sinen selama menjabat Wakil Walikota Tidore Kepulauan 2 periode tidak berbuat apa-apa untuk masyarakat,
Namun di mata Pemuka adat dan tokoh Masyarakat Kelurahan Mareku, Muhammad Sinen dianggap merupakan sosok yang luar biasa, dan paling tepat memimpin Kota Tidore Kepulauan.
Pasalnya, Muhammad Sinen adalah pemimpin yang mudah merangkul, tidak memandang status social maupun latar belakang politik, sehingga mudah diterima oleh semua kalangan.
“Muhammad Sinen itu sosok pemimpin yang luar biasa, disemua kalangan dia bisa diterima dengan baik, jarang kita menemukan sosok pemimpin seperti Muhammad Sinen,” Ungkap Tokoh Adat Sangaji Laho, Kelurahan Mareku, Umar Yasin.
Umar menceritakan, dalam pemilihan sebelumnya, ketika Muhammad Sinen berpasangan dengan Ali Ibrahim di periode pertama, dirinya memilih berseberangan dan menjadi lawan politiknya Muhammad Sinen. Saat itu, Umar lebih memilih untuk mendukung Pasangan Hasan Bay dan Mochtar Sangaji, bahkan iapun sempat menjadi juru kampanye (Jurkam).
Namun ketika rakyat menghendaki kemenangan itu pada Muhammad Sinen dan Ali Ibrahim, terlihat jelas bagaimana sosok seorang Muhammad Sinen menunjukan kepemimpinannya dengan merangkul lawan politik. Dimata Muhammad Sinen, seolah tidak ada kepentingan kelompok ataupun golongan.
“kita patutnya bersyukur karena ada pemimpin seperti ini, yang mau memimpin Kota Tidore Kepulauan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Umar menjelaskan, selama kepemimpinan Muhammad Sinen bersama Ali Ibrahim selaku Walikota Tidore Kepulauan. Banyak masyarakat merasakan adanya perubahan. Baik itu dari infrastruktur maupun perubahan dari aspek ekonomi. Tak hanya itu, Muhammad Sinen selalu terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat, khususnya di Mareku.
Seperti halnya kegiatan Festival Djuanga di Mareku, yang saat ini telah mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan. Tentu ini semua berkat kebijakan dan niat baik yang ditunjukan oleh seorang Muhammad Sinen.
“Allhamdulilah saat ini Festival Djuanga sudah masuk dalam kalender Event Kota Tidore,” jelas Umar.
Untuk itu, Umar kemudian membantah jika ada yang bertanya tentang apa yang sudah dilakukan Muhammad Sinen selama menjabat sebagai Wakil Walikota, maka sesungguhnya itu adalah pertanyaan yang keliru.
Karena sangat tidak mungkin, jika selama kurang lebih 10 Tahun Muhammad Sinen memimpin Kota Tidore Kepuluan, namun dia tidak berbuat apa-apa, tetapi dia begitu dicintai oleh kalayak banyak dan mudah diterima oleh semua kalangan.
“Penilaian atas kinerja pemerintahan harus Objektif, sebab yang merasakan langsung adalah masyarakat, Salah satunya kepedulian Muhammad Sinen di kelurahan Mareku,” pungkasnya.
Senada disampaikan Tokoh Pemuda Kelurahan Mareku, Achy, menurutnya, selama kepemimpinan Muhammad Sinen menjadi Wakil Walikota, dan Ali Ibrahim menjadi Walikota, banyak perubahan yang telah dirasakan oleh Masyarakat.
Seperti pembangunan infrastruktur, sarana olahraga, dan pendidikan yang berkaitan dengan pembentukan karakter anak muda melalui dukungannya terhadap penyelenggaran ivent yang digagas oleh Masyarakat di Tingkat Kelurahan.















