Faktual.Net, Konsel, Sultra – Seluruh sekolah tingkat taman kanak-kanak (TK) yang berada di wilayah Kabupatern Konawe Selatan (Konsel) yang memenuhi syarat protocol kesehatan tengah bersiap melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka mulai Januari 2021.
Salah satu lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) terbaik di Konsel yakni TK Negeri Tunas Bangsa Palangga tengah mempersiapkan fasilitas prokol kesehatan yang di syaratkan dalam menghadapi proses belajar mengajar (PBM) tatap muka. Tidak hanya itu, untuk mendukung PBM berjalan lancar, TK yang berada di Kecamatan Palangga ini juga optimalisasi ruang kelas dengan menambah satu ruangan belajar peserta didik dan fasilitas sanitasi pembangunan toilet sekolah.

Kepala Sekolah TK Negeri Tunas Bangsa Palangga, Hj Sunarti S.Pd menjelaskan penambahan ruang belajar ini bertujuan untuk peningkatan mutu KBM dalam pencapaiaan standar kopetensi lulusan. Selain itu, agar proses pendidikan berjalan dengan efektif dan maju, Pengembangan Kreativitas anak didik, Meningkatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, Meningkatkan prestasi hasil belajar dan kualitas lulusan peserta didik, Mengoptimalkan pembelajaran bagi peserta didik.
Dengan memberikan kenyamanan pada peserta didik dalam pembelajaran, kata Sunarti, hasilnya diharapkan sekolah dapat meningkatkan layanan terhadap peserta didik. Layanan yang dimaksud adalah Meningkatkan prestasi hasil belajar dan kualitas kelulusan peserta didik, Pengoptimalan pembelajaran peserta didik, Pengoptimalan pengembangan kreaktifitas peserta didik, Tempat pembelajaran yang nyaman bagi peserta didik.
Menurutnya, mengingat pentingnya sarana prasarana dalam kegiatan pembelajaran, maka peserta didik, guru dan sekolah akan terkait secara langsung dalam hal penyediaan dan pemanfaatan sarana prasarana tersebut. Peserta didik akan lebih terbantu dengan dukungan sarana prasarana pendidikan. Hal ini dikarenakan tidak semua peserta didik mempunyai tingkat kecerdasan yang bagus sehingga penggunaan sarana prasarana pendidikan akan membantu peserta didik, khususnya yang memiliki kelemahan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
“Dengan demikian secara tidak langsung sarana prasarana sekolah yang memadai dapat meningkatkan prestasi belajar. Demikian halnya bagi guru akan terbantu dengan dukungan sarana prasarana pendidikan yang ada di sekolah. Kegiatan pembelajaran juga akan lebih variatif, menarik dan bermakna,” jelasnya.
Dengan adanya penambahan satu ruang kelas untuk TK berharap, semakin banyak orangtua yang mendaftarkan anaknya untuk jadi peserta didik. Belum lama ini pihaknya memang telah membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2020-2021.
Ia menyebutkan, bahwa adanya pembangunan satu ruang kelas baru untuk TK , berkat adanya bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Konsel melalui anggaran dana alokasi khusus (DAK). Bantuan tersebut menunjukkan adanya sinergitas terbaik antara sekolah dengan Pemda dalam pembangunan.
“Khususnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), dengan mencetak generasi penerus yang berkualitas. Saya berterima kasih atas kerja sama Pemerintah Pusat dan Daerah dengan bantuan berupa pembangunan ruang kelas di TK,” ujarnya.
Dia juga berharap, dengan adanya pembangunan ruang kelas baru ini, akan semakin meningkatkan PBM dan semua kegiatan di TK . Ia juga menyampaikan, dengan adanya ruang kelas baru ini, bisa menambah jumlah peserta didik pada Tahun Ajaran berikutnya.
Sunarti menyatakan bahwa berbagai fasilitas, sarana, dan prasarana pendukung telah disiapkan. Tujuannya tentu saja untuk menjadikan Proses Belajar Mengajar (PBM), berlangsung lancar.
“Selain lingkungan yang bersih, asri, teduh, sarana dan prasana lainnta juga terus ditingkatkan, ada taman bermain, tentunya ini jadi daya tarik tersendiri,” katanya.
Selain PBM sebagai kegiatan utama, kata Sunarti, TK juga selalu menyelenggarakan berbagai kegiatan pendukung lainnya. Misalnya saja Gebyar Seni, Kreatifitas Guru. Berbagai lomba digelar, seperti lomba mewarni danmenari untuk para peserta didik TK dan Paud, serta lomba menari untukpara guru.
Gebyar Seni, Kreatifitas Guru.
Seorang Ibu dari empat orang anak ini menambahkan lembaga pendidikan anak usia dini ini terbentuk sejak tahun 2005 dan menjadi lembaga pendidikan negeri pada tahun 2009 hingga kini terus menunjukan eksistensinya dengan telah melahirkan generasi muda yang terbaik. Hal ini ditunjukan pada Tahun Ajaran Pendidikan 2018-2019, TK memiliki 45 peserta didik dan Tahun Ajaran 2019-2020 menjadi 72 peserta didik. Namun demikian, ada penurunan jumlah pesertas didik di Tahun Ajaran Pendidikan 2020-2021 berjumlah 63 peserta didik karena masa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan hampir seluruh negara. (PARIWARA)
Reporter: Marwan Toasa
















