Faktual.net – Jakarta Pusat, DKI Jakarta – Jumat, 30 Januari 2026 – Ikatan Cendikiawan Dayak Nasional (ICDN) Provinsi DKI Jakarta resmi melantik Dewan Pimpinannya periode 2026-2031 dengan mengedepankan tema “Empowering the Generation, No Dayak Left Behind” sebagai arah kerja utama. Acara yang digelar di Balai Agung Balai Kota Jakarta pada Jumat (30/1) juga diwarnai dengan serah terima 17 judul buku kamus Dayak ke Perpustakaan Nasional, sebagai wujud konkret pemberdayaan generasi melalui pelestarian budaya.
Kepemimpinan baru yang akan memimpin selama lima tahun ke depan menegaskan komitmen untuk menjembatani kesenjangan akses pengetahuan budaya Dayak antara generasi tua dan muda, baik di wilayah ibukota maupun seluruh Indonesia. Buku kamus yang mencakup berbagai dialek dari seluruh Kalimantan menjadi salah satu instrumen utama dalam mewujudkan visi tersebut.
“Kita tidak bisa biarkan generasi muda Dayak maupun non-Dayak jauh dari warisan bahasa dan budaya yang kaya. Tema yang kami usung ini menjadi pijakan untuk memastikan setiap elemen masyarakat Dayak mendapatkan akses yang sama dalam mengembangkan diri dan mengenal akar budayanya,” ungkap Dr. Ir. Willy Midel Yoseph, M.M, Ketua Umum ICDN yang juga menyerahkan buku kepada Kepala Perpustakaan Nasional Prof. E. Aminudin Aziz, MA, Ph.D.
Hadir dalam acara yang juga memperingati HUT ICDN ke-7 adalah sejumlah tokoh nasional dan daerah, antara lain Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala, S.E., M.Si., serta anggota DPD dan DPR RI dari daerah Kalimantan. Dengan dekorasi yang menyatuakan simbol nasional dan unsur budaya Dayak, acara tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya lokal dapat berjalan seiring dengan semangat kebangsaan.
Prof. E. Aminudin Aziz menambahkan, “Perpustakaan Nasional siap menjadi wadah untuk memastikan buku-buku ini dapat diakses secara luas. Ini bukan hanya tentang pelestarian bahasa, tetapi juga tentang memperkuat identitas bangsa melalui keragaman budaya yang kita miliki.”
Reporter: Johan Sopaheluwakan, Putra West Borneo

















