Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
EkobisKampusPendidikan

Teknik Mesin UHO Latih Warga Pambulaa Jaya Buat Bioarang, Tindak Lanjut Jadi Desa Binaan

35
×

Teknik Mesin UHO Latih Warga Pambulaa Jaya Buat Bioarang, Tindak Lanjut Jadi Desa Binaan

Sebarkan artikel ini
Kolase
Example 468x60

faktual.net, Konsel, Sultra. Dosen Teknik Mesin Universitas Halu Oleo (UHO), melatih masyarakat membuat bio-arang berkualitas menggunakan biomassa di kantor Desa Pambulaa Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan pada 30 September 2022. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembuatan Bioarang Berkualitas Dari Sampah Biomassa.

Sejumlah dosen yang telibat itu dalam PKM adalah Dr. Eng. Lukas Kano Mangalla, ST., MT (Ketua Tim), Raden Rinova Sisworo ST., M.Sc., Ph.D (Anggota) Ir. Samhuddin, M.PW (Anggota) Budiman Sudia, ST., MT (Anggota). PKM tersebut turut melibatkan empat mahasiswa Teknik Mesin, Fakultas Teknik UHO.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Dr. Eng. Lukas Kano Mangalla, ST.,MT menjelaskan kepada faktual.net bahwa Pengabdian Kepada Masyarakat Internal UHO dimaksudkan untuk memberi masukan dan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan biomassa yang ada di sekitar mereka untuk dijadikan arang berkualitas. Biomassa yang dimaksud berupa potongan kayu, cangkang kelapa, cangkang mete, serbuk gergajian kayu, sekam padi atau limbah pertanian lainnya.

Biomassa Yang Digunakan

Dia menyebut jika arang berkualitas memiliki ciri seperti mudah dipatahkan, warnanya hitam dan seragam, dan tidak ada abu warna putih pada permukaan. Arang biomassa seperti ini banyak manfaatnya bagi masyarakat seperti untuk memasak, mengurangi limbah biomassa, sebagai media tanam, kondisioner tanah dan lain sebagainya.

“Yang terpenting adalah pengarangan dapat mengurangi polusi lingkungan dan polusi lainnya akibat pembusukan dan pembakaran biomassa tersebut” ucap alumni S3 dari Kanazawa University Jepang tahun 2015.

“Masyarakat yang mengikuti pelatihan dan sosialisasi tersebut sangat antusias untuk membuat alat pengarangan. Ini terlihat dari hadirnya aparat desa dan para tokoh pemuda. Praktek pembuatan dan prosedur pengarangan dilakukan oleh tim bersama mahasiswa di halaman Kantor Desa Pambulaa Jaya dengan menggunakan biomassa potongan kayu”, ucapnya lagi pada Senin, 10/10/2022.

Baca Juga :  Jabat Kabid GTK Dinas P&K Provinsi Sultra, Surakhman, S.Sos.,MM Siap Sukseskan Visi Misi Gubernur
Bioarang Yang Dihasilkan

Simulasi pengarangan ini sangat menarik minat masyarakat. “Kami sangat tertarik dan akan mencoba mengarangkan sekam padi yang banyak di Desa ini” kata salah seorang peserta yang merupakan warga desa.

Kepala Desa Pambulaa Jaya, Jafar menyatakan sangat mendukung program tersebut sebab sangat bermanfaat untuk mendukung kebersihan desa dari limbah biomassa dan penyediaan bahan bakar alternatif untuk memasak atau untuk media tanaman. jafar meminta tim untuk terus mendampingi masyarakat dalam kegiatan pengabdian yang serupa.

Dr. Eng. Lukas Kano Mangalla, ST.,MT menanggapi permintaan kepala desa Pambulaa Jaya dengan menawarkan kerjasama antara Jurusan Teknik Mesin UHO dan Desa Pambulaa Jaya dalam bentuk Desa Binaan dalam penerapan teknologi tepat guna bagi masyarakat. Kerjasama ini akan ditindaklanjuti oleh pihak terkait sesuai kesepakatan pihak Desa Pambulaa Jaya dan pihak Jurusan Teknik Mesin UHO.

Pantauan faktual.net, Kegiatan diakhiri dengan acara ramah tamah antara tim pelaksana kegiatan bersama aparat desa dan seluruh komponen masyarakat yang hadir.

Drum Oli Bekas Untuk Pembuatan Bioarang Dalam Kapsitas Besar

Untuk menjadi informasi, Mesin Pengarangan ini terdiri dari 2 tabung yakni bagian dalam dan bagian luar. Tabung bagian dalam berisi bahan biomassa yang akan diarangkan, sedang tabung bagian luar berisi biomassa yang akan dibakar untuk memanggang biomassa pada tabung dalam. Bahan yang digunakan terbuat dari pelat besi yang dibuat bundar sedangkan bagian dalam terbuat dari tabung freon bekas. Pengarangan dapat juga dibuat menggunakan drum oli bekas dalam jumlah besar.

Redaksi/Aco RI

Tanggapi Berita Ini