Faktual. Net, Surabaya. Pembukaan Orentasi Mahasiswa Baru Tahun 2018 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surabaya berlangsung pada Sabtu, 15/9/2018. Pada kegiatan tersebut pihak panitia memasukkan materi pembahasan era revolusi industri 4.0 sebagai bentuk tantangan kepada mahasiswa.
Untuk diketahui bahwa revolusi tersebut merupakan konsep industri yang mendigitalisasi seluruh aspek manufaktur, yang berpengaruh terhadap sektor jasa, transportasi, dan agrikultura.
Wakil Dekan I FEB UMS, Mochammad Mochklas mengatakan bahwa penerapan digitalisasi mulai dari peralatan produksi hingga menjadi produk akhir sehingga menjadi lebih efisien. Era ini erat melibatkan robot yang menggantikan fungsi manusia, contohnya robot-to-worker pada pabrik-pabrik.
“Dengan digitalisasi teknologi akan memiliki dampak terhadap ekonomi, finansial dan perbankan ditandai dimana teknologi ini akan beroperasi pada platform yang didistribusikan, terdesentralisasi dalam jaringan, tidak ada terpusat yang memegang transkasi,” tutur pejabat fakultas tersebut.
Menurut Mockhlas perubahan pola baru di Era revolusi industri 4.0 akan membawa dampak terciptanya jabatan dan keterampilan kerja baru dan hilangnya beberapa jabatan lama, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin ketat dikarenakan banyak pekerjaan yang hilang, terutama yang berkaitan dengan administrasi.
Dikatakannya bahwa tantangan itu harus dihadapi sesuai pola kerja baru yang tercipta dalam revolusi 4.0. Satu faktor yang penting adalah ketrampilan dan kompetensi yang harus tetap secara konsisten ditingkatkan.
Dikatakannya kepada peserta orientasi bahwa mahasiswa yang tengah menuntut ilmu harus bersiap menghadapi tantangan besar yang terjadi era Revolusi Industri 4.0 yang terjadi, mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis harus mempersiapkan diri dengan maksimal serta menonjolkan keunikan dan nilai tambah (added value).
“Dengan added value yang dimiliki para mahasiswa maka akan menjadi bekal agar bisa bersaing dengan lulusan asing di era revolusi industri 4.0. Tidak perlu susah memikirkan bagaimana caranya. Sebab, hal tersebut bisa diasah dengan program yang ada,” tutupnya.
Penulis : Arianto Deni Chandra
















