Faktual.Net. Gowa. Proyek pengaspalan di Dusun Buloporon, Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa yang dikerjakan oleh PT. TENE JAYA di duga asal jadi, pasalnya pengerjaan baru selesai beberapa hari, namun aspalnya mulai menunjukkan kerusakan (Retak dan berlubang) di beberapa titik. Padahal proyek pengaspalan tersebut menelan dana APBD sebesar Rp.1.548.686.000, dengan volume pekerjaan 1200 Meter x 3,5 meter.
Pantauan awak Faktual.Net pada Sabtu (19/9/2018), di lokasi proyek tersebut banyak ditemukan aspal yang telah berlubang, kuat dugaan aspal yang di gunakan adalah aspal mati atau aspal dengan kualitas paling rendah.

Tokoh masyarakat setempat yang enggan menyebut identitasnya sempat mengatakan, pengaspalan yang masuk di kampungnya tersebut dikerjakan tengah malam dan kurang pengawasan, sementara sebagai Konsultan Pengawas adalah CV. Nailah Multicom.
“Kami sangat bersukur kepada pemerintah atas proyek yang masuk, namun kalau pekerjaan seperti ini dapat merugikan pemerintah,” ungkapnya.
Maslim selaku pihak yang mengetahui proyek tersebut saat dikonfirmasi mengatakan, ia akan menghubungi pihak kontraktor untuk segera dilakukan perbaikan ulang, namum hingga berita ini diterbitkan belum ada tanda-tanda tindak lanjut untuk perbaikan.
[Saenal]
















