oleh

Tak Terima Dituduh Cabul, Kepsek SMAN 9 Kendari Buat Laporan Polisi

Faktual.net, Kendari, Sultra – Tidak terima dituduh perna terlibat kasus asusila atau tindakan pencabulan kepada siswa Sekolah Keberkatan Olahraga (SKO), Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 9 Kendari, DR Aslan membuat laporan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa, (20/10/2020).

ASN Dikbud Sultra ini melaporkan penggerak siswa dan alumni Smanlan ke polisi karena telah memberikan informasi yang tidak benar atau hoax dan tanpa pembuktian secara hukum saat berunjuk rasa di kantor Dikbud Sultra pada hari Senin 19 Oktober 2020 kemarin.

“Hari ini saya membuat laporan polisi atas tuduhan mereka. Saya sengaja serahkan ke pihak kepolisian untuk menelusuri dan mbongkar siapa dalang dibalik persoalan ini,” ucapnya.

Terkait kasus asusila, Aslan mengaku tidak perna melakukan tindakan amoral kepada seseorang apalagi melakukan perbuatan cabul kepada siswanya sendiri. Tuduhan yang disampaikan oleh siswa dan alumni  perlu pembuktian secara hukum, dan jika terbukti pihaknya akan mengundurkan diri sebagai Kepsek SMAN 9 Kendari.

Baca Juga :  Sigit Wijatmoko Buka STQ XXVI tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara

“Informasi yang mereka sampaikan saat berunjuk rasa harus didukung dengan fakta, jangan bicara tanpa bukti. Kalau mereka bisa buktikan saya siap mundur dari jabatan Kepsek,” katanya.

Dijelaskan, mengenai laporan alumni smanlan bahwa siswa sering dibawah keluar malam, itu disanggah oleh Aslan. Ia mengatakan para siswa hanya diantar langsung dilokasi latihan di Asrama dayung. Terkait sesekali singga di Kendari Beace, sambungnya, itu hanya untuk makan.

Begitupun laporan “Peohala” akibat perbuatan cabul kepada siswa juga dibantah Kepsek Aslan. Ia mengatakan kejadian itu murni terjadi atas ketidaktahuan adanya aturan adat tolaki jika menyentuh seorang gadis walau tidak ada unsur kesengajaan tetap menjalani prosesi adat tersebut.

“Ceritanya begini, selesai olahraga saya usap keringatnya siswa dan itu salah satu bentuk perhatian saya ke siswa berprestasi dibidang olahraga bukan karena ada niat cabul. Jadi masalah ini dplintir oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dan untuk menenangkan suasana agar tidak berkembang saya meminta maaf kepada orang tuanya dan ikut aja aturan adat yakni Peohala, walaupun tidak ada niat seperti yang dituduhkan,” jelas Aslan saat menceritakan kronologi kejadian.

Baca Juga :  Sigit Wijatmoko Buka STQ XXVI tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara

Aslan mengatakan dengan peristiwa ini sangat dirugikan karena secara langsung telah mencemarkan nama baik dirinya secara pribadi maupun keluarga besarnya.

“Makanya saya laporkan ke polisi untuk memproses kasus ini untuk mengembalikan nama baik saya atas tuduhan mereka kepada saya,” terangnya.

Dia menambahkan, terkait laporannya di Polda Sultra belum membuat pengaduan secara tertulis tetapi masi sebatas lisan karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebelum membuat laporan polisi tentang pencemaran nama baik.

“Saya sementara siapkan segala sesuatunya berupa dokumen tuduhan mereka yang disatukan dalam satu flash setelah itu saya setor ke polisi untuk membuat laporan pengaduan,dalam waktu dekat Insya Allah sudah ada laporannya,” terangnya.

Reporter: Marwan Toasa

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :