Faktual.net.Gowa.Sulsel — 14 Maret 2026,Kondisi jalan poros di Dusun Lappara’na, Desa Bolaromang, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, yang selama bertahun-tahun rusak parah akhirnya diperbaiki secara mandiri oleh masyarakat.
Ironisnya, hingga proses perbaikan berjalan, tidak ada kontribusi sama sekali dari pemerintah.
Perbaikan jalan tersebut murni dilakukan melalui gerakan swadaya warga. Dana yang digunakan berasal dari donasi masyarakat melalui tiga platform media sosial, yakni Facebook, TikTok, dan Instagram, serta sumbangan langsung dari para sopir dan pengendara yang melintas di jalur tersebut.
Aksi gotong royong ini dimulai dari inisiatif warga yang melakukan penggalangan dana selama dua bulan terakhir. Dari hasil donasi tersebut, warga awalnya mampu membeli dua truk material sirtu (pasir batu) untuk menimbun badan jalan yang rusak.
Gerakan ini kemudian berkembang.
Hingga hari kedelapan pengerjaan, total 32 truk sirtu telah masuk untuk menimbun jalan poros Bolaromang mulai dari batas desa hingga mendekati batas kabupaten.
Bahkan, penimbunan dilanjutkan hingga sekitar 50 meter masuk wilayah Kabupaten Sinjai, tepatnya menuju Kecamatan Sinjai Barat.
Jalur tersebut merupakan akses alternatif atau jalur pakkompasang yang cukup vital bagi masyarakat.
Rute ini menghubungkan wilayah dataran tinggi Gowa dengan Sinjai Barat, dimulai dari arah Malino tepatnya di pertigaan Pasar Kanreapia, kemudian belok kanan dan tembus hingga pertigaan Pesanggrahan Manipi.
Bagi warga, jalur ini sangat penting karena menjadi akses mobilitas masyarakat sekaligus jalur distribusi hasil pertanian dari daerah pegunungan.
Namun selama bertahun-tahun, kondisi jalan tersebut rusak parah dan terkesan dibiarkan tanpa perhatian serius dari pemerintah provinsi.
Yang menjadi sorotan warga adalah fakta bahwa seluruh proses perbaikan yang sedang berjalan tidak melibatkan bantuan pemerintah sama sekali.
“Semua ini dari donasi masyarakat dan orang-orang yang peduli. Sopir dan pengendara yang lewat juga ikut menyumbang. Sampai sekarang tidak ada kontribusi dari pemerintah,” ungkap salah satu warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kondisi ini memunculkan kritik keras dari masyarakat terhadap lambannya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur di wilayah pegunungan Kabupaten Gowa.
Aksi swadaya warga Lappara’na kini menjadi simbol kuat solidaritas masyarakat sekaligus tamparan bagi pemerintah, karena ketika akses vital rusak bertahun-tahun, justru masyarakat yang bergerak sendiri memperbaikinya.
Reporter : Sattu














